Penantian Sewindu Tuntas Sudah, Indonesia ke Putaran Final Piala Asia U-16

BANGKOK – Penantian sewindu tuntas sudah. Untuk kali pertama sejak 8 tahun (sewindu) di Uzbekistan 2010, Indonesia lolos ke putaran final Piala Asia U-16 yang akan diselenggarakan di Malaysia 2018. Kepastian itu didapat dengan kesempurnaan pertandingan dalam penantian Indonesia.

Tim asuhan Fachri Husaini memuncaki Grup G kualifikasi Piala Asia U-16, dengan Indonesia selalu memenangi empat pertandingan. Meski Indonesia cukup membutuhkan hasil imbang, menghadapi Laos dalam laga pamungkas di Stadion Rajamangala, Bangkok, Jumat (22/9), skuad muda Garuda Indonesia, menang 3-0.

Sutan Diego Armando Ondriano Zico membuka keunggulan pada menit ke-25. Penyerang kelahiran Jakarta, 7 April 2002 itu pula yang tuntas menggandakan keunggulan pada babak kedua tepatnya menit ke-59. Andai sontekannya 11 menit berselang tak menerpa mistar gawang, Zico sudah bisa mencetak hattrick.

Barisan Penggedor U-16 : Barisan muda tombak penggedor Indonesia, (dari kiri ke kanan) Andre Oktaviansyah, Rendy Juliansyah, Amanar Abdillah, dan Sutan Diego Armando Ondriano Zico, saat merayakan gol Indonesia ke gawang Laos pada laga penyisihan Grup G Piala Asia U-16 Malaysia 2018, di Stadion Rajamangala, Bangkok, Thailand, Jumat (22/9).
Barisan Penggedor U-16 : Barisan muda tombak penggedor Indonesia, (dari kiri ke kanan) Andre Oktaviansyah, Rendy Juliansyah, Amanar Abdillah, dan Sutan Diego Armando Ondriano Zico, saat merayakan gol Indonesia ke gawang Laos pada laga penyisihan Grup G Piala Asia U-16 Malaysia 2018, di Stadion Rajamangala, Bangkok, Thailand, Jumat (22/9).

Kemenangan Indonesia dipertegas tendangan penalti Rendy Juliansyah pada masa injury. Tendangan 12 pas diberikan wasit Shaun Evans asal Australia untuk Indonesia, setelah kiper Laos, Dim Phouttavong melanggar Mochamad Supriadi. Sewindu sudah akhirnya tiket lolos U-16 diperoleh timnas. Tiga putaran laga sebelumnya, Indonesia tuntas meremukkan U-16 Kepulauan Mariana Utara 18-0 dimana dalam laga itu Zico yang baru masuk pada awal babak ke dua mencetak quintrick alias lima gol.

Lalu Indonesia mengalahkan Timor Leste 3-1 dimana semua gol Indonesia diborong Zico. Lantas tuntas menang tipis 1-0 atas tuan rumah Thailand lewat gol Amanar Abdillah.

“Alhamdulillah saya amat sangat bangga dan bahagia tim kami Indonesia bisa memenangkan semua pertandingan di kualifikasi,” kata Fachri sebagaimana rilis PSSI.

“Saya sangat hargai perjuangan anak-anak Indonesia ini yang tanpa kenal lelah dengan determinasi tinggi mereka bermain berjuang demi bangsa dan negara. Tuntas sudah penantian perlawanan kami dengan Thailand dan Laos, keduanya bisa kami taklukkan kali ini,” lanjut mantan kapten timnas Indonesia tersebut.

Indonesia Lima Kali Lolos Asia

Putaran final Piala Asia U-16 akan dilaksaknakan 20 September – 7 Oktober 2018. Sejak digelar kali pertama tahun 1985, dalam 17 edisi sebelum Malaysia 2018, Indonesia hanya lima kali lolos ke putaran final Piala Asia U-16.

Dalam empat edisi, penantian Garuda Muda U-16 hanya mentok pada babak putaran piala grup. Yaitu di Qatar 1986, Thailand 1988, Uzbekistan 2008, dan Uzbekistan 2010. Penantian prestasi terbaik Indonesia didapat tahun 1990 di Uni Emirat Arab ketika melaju hingga babak semifinal.

Ketika itu, Indonesia sebagai runner up piala Grup B di bawah Qatar, dan di atas Korea Selatan serta Arab saudi, Indonesia berhak melaju ke putaran semifinal. Lawannya adalah juara Grup A sekaligus tuan rumah piala UEA. Sayang upaya penantian ke final gagal setelah takluk 0-2. Pun demikian penantian perjuangan merebut peringkat ketiga digagalkan Tiongkok yang menang besar 5-0.

Sejarah Indonesia mencatat, itulah penantian prestasi terbesar Indonesia dalam Piala Asia U-16. Setelah sewindu menanti, sekarang Garuda Muda mulai kembali bangkit. “Persiapan kami setelah ini adalah kami melakukan evaluasi, apakah ada pemain yang diganti atau masih layak untuk dipertahankan, mengingat Indonesia adalah negara yang luas dengan banyaknya bakat serta talenta-talenta tinggi tersebar di semua daerah,” ucap Fachri.

Prestasi sepak bola U-16 Indonesia yang mulai bangkit tersebut memang dianggap terlalu lama. Bahkan masyarakat Indonesia harus bersabar hingga sewindu (8 tahun) untuk melihat tim kebanggaan negara Indonesia ini kembali mengukir prestasi. Mudah-mudahan saja jangka waktu sewindu semakin membuat prestasi kita semakin stabil setelahnya.