Hasil Quick Count Pilkada DKI 2017

Quick Count atau hasil perhitungan cepat pilkada yang berlangsung di DKI Jakarta tanggal 15 Februari 2017 dari beberapa lembaga survei dipublikasikan pada jam 13:00 WIB. Polmark yang merupakan salah satu lembaga survei milik Eep Saefulloh Fatah menjadi lembaga survei pertama yang merilis hasi perhitungan cepat atau quick count tersebut selang pukul 13:02 WIB dengan keunggulan sementara pasangan Anies & Sandi sebesar 36,69% suara.

Sementara hasil posisi count berikutnya diisi pasangan DKI lainnya yaitu Basuki (Ahok) & Djarot dengan perolehan 32,06% suara, diikuti calon DKI Agus (AHY) dan Sylvi sebesar 28,24% suara. Semua count perolehan suara tersebut masih 0,25% dari total suara, sehingga hasil tersebut belum bisa dianggap sebagai hasil signifikan.

Memasuki hasil total suara 6,2%, hasil Anis-Sandi 40,48%, hasil Ahok-Djarot 39,66%, hasil Agus-Sylvi 19,86%. Hasil versi Litbang: total hasil suara masuk 4,5%, dengan hasil 45,30% Basuki dan Djarot, hasil 39,07% Anis dan Sandiaga, hasil 15,63% Agus dan Sylviana.

Hasil sementara pilkada DKI Litbang dengan memasuki total 11,75% suara yaitu 42,73% untuk Ahok Djarot, 39,70% Anies Sandi, 16 26% Agus Sylvi.

Rangkuman Hasil Sementara Beberapa Lembaga Survei Pukul 16:00 WIB

Hasil Agus H.Y. & Sylviana M. Basuki T.P. & Djarot S.H. Anies B. & Sandiaga U. Total Suara
Cyrus Network 17,3% 43,6% 39,1% 84,6%
Polmark Indonesia 18,1% 40,4% 41,5% 69,5%
LSI Denny JA 16,7% 43,6% 39,7% 79,14%
SMRC 17% 43,3% 39,7% 64%

Hasil Quick Count Pilkada DKI 2017
Hasil Aturan KPI

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sempat mengeluarkan peraturan terkait masalah quick count terutama saat penyiaran hasil count atau perhitungan cepat ini. Himbauan KPI agar seluruh media penyiaran baik itu radio maupun televisi untuk tetap mengikuti hasil penetapan aturan yang telah dibuat bahwa quick count hanya diperbolehkan di publikasikan setelah tempat pemungutan suara di seluruh DKI jakarta ditutup atau sekitar jam satu siang.

Hasil peraturan ini juga telah disepakai oleh Gugus Tugas Pengawasan Pilkada dimana beranggotakan Bawslu, KPU, serta KPI. Sedangkan jika terjadi pelanggaran dari aturan penyiaran hasil cepat count pilkada ini maka lembaga penyiaran yang bersangkutan akan diberikan sanski tegas.