LIVERPOOL -Liverpool mengalami malam sempurna pada duel pertandingan lawan Arsenal di Anfield, Sabtu (27/8). The Reds Liverpool mampu membuat Meriam London mejan dengan mencetak empat gol tanpa balas ke gawang tim asal London tersebut.

Kekalahan pertandingan ini menambah panjang catatan negatif Arsenal atas Liverpool. Dari tujuh pertemuan terakhir, tiga kali Meriam London ditekuk Liverpool, sekali menang, dan tiga kali imbang. Dua kekalahan di antaranya terjadi di Anfield.

Bagi tim Liverpool asuhan Juergen Klopp, hasil ini jadi modal penting jelang menghadapi pertandingan pekan keempat Liga Inggris lawan Manchester City, pekan depan setelah jeda internasional. “Anda tidak akan pernah tahu apakah Liverpool akan memenangi pertandingan.

Tapi, kami tidak memikirkan soal kemenangan, yang kami pikirkan adalah performa. Performa Liverpool sempurna dan hasil yang didapat adalah fakta hasil dari performa kami,” ucap Klopp.

Di laga tersebut, Liverpool bermain cukup efektif. Jordan Henderson dan kawan kawan melepaskan tembakan 18 kali dengan 10 di antaranya mengarah ke gawang dan empat menjadi gol.

Kalang Kabut

Adapun Arsenal tampil sangat buruk. Meski penguasaan bola sekitar 51 persen, tim asuhan Arsene Wenger cuma melepaskan delapan tembakan tanpa ada yang mengarah ke gawang Liverpool.

Ini merupakan kali pertama The Gunners tidak melepaskan tembakan ke arah gawang di pertandingan Premier League sejak 5 Oktober 2014 saat melawan Chelsea. Lini belakang Arsenal juga dibuat kalang kabut oleh para pemain The Anfield Gank.

Mereka tidak mampu mengimbangi kecepatan lini tengah The Reds. Tak heran, pertandingan baru memasuki menit ke-17, Roberto Firmino mampu membobol gawang Petr Cech. Lima menit pertandingan sebelum turun minum, Sadio Mane menggandakan keunggulan tuan rumah. Di babak kedua, Liverpool menambah dua gol lagi melalui Mohamed Salah pada menit ke-57 dan Daniel Sturridge menit ke-77.

“Saya kira kami bermain amat bagus. Arsenal menjalani periode di mana mereka menguasai bola. Namun, saya merasa Liverpool amat solid dan bertahan sebagai tim,” tutur kapten The Reds Jordan Henderson.

“Anda harus terus berada dalam performa yang tepat di pertandingan Premier League. Saya merasa seiring berjalannya waktu, kami semakin membaik. Kebugaran kami begitu hebat dan itu karena pra-musim yang bagus,” imbuhnya.

Pelatih Arsenal, Arsene Wenger, mengakui timnya kalah kelas dari Liverpool. Anak-anak asuhannya tampil buruk sepanjang laga. “Sejak menit pertama sampai akhir, kami tidak punya teknik atau fisik di level untuk bersaing.

Secara keseluruhan, performa tim tidak seperti yang saya inginkan,” ucap Wenger. “Tapi, kami juga tak harus panik. Ini adalah fakta performa yang dramatis. Saya tak melihat data performa pertandingan kami seperti ini untuk waktu yang lama,” lanjut pelatih asal Prancis ini.

Gelandang Arsenal Aaron Ramsey meminta rekan-rekannya tidak larut dalam kesedihan setelah dibantai Liverpool. Mereka diminta segera berbenah dan move on untuk menghadapi pertandingan Arsenal berikutnya.

“Kami sangat kecewa dengan fakta penampilan kami, tapi kami harus menerimanya. Kami minta maaf kepada fans Arsenal yang sudah hadir di stadion. Hari ini kami tak cukup bagus dan harus melakukan sesuatu untuk itu,” kata Ramsey. “Soal bagaimana mengubahnya, saya tidak tahu. Kami akan mempelajari data lagi dan berharap segera move on,” imbuhnya.

Lakukan Selebrasi : Pemain Liverpool, Muhamed Salah (tengah), melakukan selebrasi dengan Roberto Firmino (kiri) dan Emre Can (kanan) setelah mencetak gol ke gawang Arsenal, Sabtu (27/8).
Lakukan Selebrasi : Pemain Liverpool, Muhamed Salah (tengah), melakukan selebrasi dengan Roberto Firmino (kiri) dan Emre Can (kanan) setelah mencetak gol ke gawang Arsenal, Sabtu (27/8).

Fakta dan Data Liverpool vs Arsenal

  1. Ini adalah kekalahan Arsenal yang paling telak di Premier League sejak kalah 0-4 dari Southampton di Boxing Day 2015.
  2. Liverpool mencatat empat clean sheet secara beruntun di Anfield pada Premier League untuk kali pertama sejak September 2013.
  3. Roberto Firmino sudah mencetak empat gol dalam lima pertandingan Premier League melawan Arsenal, lebih banyak daripada ke gawang tim lainnya.
  4. Firmino mencetak gol dan menyumbang asist dalam satu laga sebanyak delapan kali sejak debutnya di Premier League pada Agustus 2015.
  5. Sadio Mane adalah pemain ketiga yang mencetak gol di tiga laga pertama Premier League dalam semusim untuk Liverpool setelah Robbie Fowler pada 1994/1995 dan Daniel Sturridge pada 2013/2014.