Stephen Paddock: Tragedi Penembakan Brutal Konser Festival Musik AS

Festival musik country bertajuk konser musik Route 91 Harvest Country 2017 berakhir dengan tragedi berdarah di Las Vegas. Konser berdarah ini menewaskan kurang lebih 58 penonton setelah seorang pria tua berusia 64 tahun, Stephen Paddock, menembaki secara brutal penonton menggunakan senjata mesin di hari Minggu 1 Oktober 2017 tepatnya jam 22:00 waktu setempat (Senin 2 Oktober pukul 12:00 WIB).

Negara AS mencatat tragedi festival musik tersebut sebagai insiden sejarah terburuk yang pernah terjadi akibat aksi brutal penembakan di AS. Sebelumnya, Amerika Serikat pernah mencatat di tahun 2016 terjadi penembakan pada sebuah tragedi club malam di Orlando yang menewaskan 49 orang. Selain itu, pernah juga terjadi penembakan tahun 2007 dengan korban 32 orang pada insiden brutal tragedi Universitas Virginia Tech Blacksburg.

Stephen Pria Tua yang Tembaki festival Konser Musik Hingga 58 Tewas

Kepolisian setempat mengatakan, pelaku yang diidentifikasi sebagai Stephen Paddock ditemukan tewas setelah melepaskan tembakan dengan senjata otomatis dari Hotel Kasino Mandalay Bay ke arah penonton konser di lokasi bawah.

Berlindung dari tembakan: Warga berlari serta berlindung menyelamatkan diri dari tembakan Stephen di tragedi festival musik Route 91 Harvest Country, konser Las Vegas, Nevada, Minggu (1/10).
Berlindung dari tembakan: Warga berlari serta berlindung menyelamatkan diri dari tembakan Stephen di tragedi festival musik Route 91 Harvest Country, konser Las Vegas, Nevada, Minggu (1/10).

” Stephen melepas tembakan dari balkon kamar hotel di lantai 32 yang ditempatinya. Target Paddock adalah kerumunan orang yang menonton Route festival musik konser di seberang Mandalay Bay,” jelas pernyataan Kepolisian Metropolitan Las Vegas.

“Tim SWAT Kepolisian Vegas menindak lanjuti laporan penembakan brutal Paddock, mendobrak masuk ke dalam kamar hotel Paddock, dan menemukan pelaku (Paddock) telah tewas,” terang pernyataan tersebut. Sedikitnya, delapan senapan laras panjang yang digunakan untuk penembakan ditemukan di salah satu kamar di Mandalay Bay yang disewa Paddock pria berusia 64 tahun tersebut.

Wanita Teman Paddock (Pelaku)

Dalam sebuah konferensi pers, Sherrif Joseph Lombardo menyatakan kepolisian telah menemukan seorang wanita yang diketahui bepergian dengan Paddock sang pelaku sebelum penembakan terjadi. Wanita tersebut diidentifikasi sebagai Marilou Danley yang merupakan wanita keturunan Asia.

“Kami akan menginterogasi wanita tersebut untuk mengungkap motif penembakan,” ucap Lombardo, tanpa menjelaskan lebih jauh mengenai peran wanita itu dalam kasus penembakan tersebut. Polisi juga tengah mencari dua mobil berbeda yang digunakan Paddock saat mendatangi Mandalay Bay.

Para saksi mata konser mengungkapkan penembakan, Paddock melepaskan rentetan tembakan panjang dengan senjata otomatis dan kemudian melanjutkan aksinya setelah mengisi amunisi kembali.

“Kami mendengar suara seperti kaca pecah. Kami semua kaget dan ternyata suara itu dari rentetan tembakan senjata api yang membabi buta. Tembakan berhenti dan mulai lagi,” ujar Monique Dekerf kepada Plengdut.com.

Penyanyi country musik terkemuka Jason Alden sedang berada di pentas konser dan hampir menyelesaikan musik konsernya saat serangan Route 91 terjadi. Pihak kepolisian menyebutkan, korban tewas mencapai 50 orang dan sekitar 406 orang dilarikan ke rumah sakit.

Stephen Paddock yang tinggal di sebuah kota kecil sekitar 130 km dari Las Vegas melepaskan tembakan dari lantai atas Hotel Kasino Mandalay Bay ke arah penonton konser di lokasi bawah yang bersebelahan dengan hotel tersebut.

Ribuan penonton menyaksikan konser yang digelar dalam rangka festival musik country bertajuk festival Route 91 konser tersebut yang diadakan selama tiga hari. Gedung Putih mengatakan, Presiden AS Donald Trump langsung melakukan rapat untuk membahas tragedi mengerikan tersebut dan menyampaikan ucapan simpati dan belasungkawa kepada para korban dan keluarganya melalui akun Twitter.

Pemimpin Katolik Paus Fransiskus dan PM Inggris Theresa May juga menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas serangan brutal Paddock tersebut.