Bagaimana Kondisi Bayi Jika Bunda Cacar Air Saat Hamil?

Momen kehamilan menjadi momen yang sangat dinantikan pasangan suami istri. Tentunya, bunda menginginkan kondisi bayi dalam kandungan agar terus terjaga kesehatannya, bukan? Baik menjaga asupan nutrinya maupun kondisi kesehatan agar bayi dapat lahir dengan normal.

Namun, bagaimana jika ternyata bunda harus terserang penyakit cacar air selama masa kehamilan? Akankah membawa pengaruh kesehatan pada kondisi janin?

Nah, untuk menjawabnya, mari simak bersama penjelasan berikut ini!

Cacar air merupakan suatu penyakit yang sangat menular dan bisa menimbulkan risiko kesehatan yang cukup serius, termasuk pada bayi yang sedang di dalam kandungan. Maka, apakah cacar saat hamil dapat membahayakan perkembangan janin di dalam kandungan? Jawabannya, ya.

Karenanya, jika Anda merasa mengalami cacar air, perhatikan gejala-gejala yang Anda derita seperti demam, timbul bintik-bintik merah, dan gatal. Lalu, langsunglah periksakan diri Anda ke dokter, untuk mendapat penanganan yang sesuai.

Jika Anda telat mendapat penanganan lebih lanjut, cacar air saat hamil dapat menimbulkan komplikasi seperti :

Pneumonia, bisa terjadi baik pada bayi atau ibu hamil.

  • Conginetal varicella syndrome

Ini merupakan sebuah sindrom kesehatan yang dapat memperngaruhi kondisi calon bayi Anda. Sindrom ini akan terjadi pada bayi saat cacar air diderita si ibu pada 20 minggu pertama kehamilan.

Seorang bayi yang terkena sindrom ini bisa saja menderita perkembangan kaki dan tangan yang lebih lambat, pembengkakan pada kedua mata, dan perkembangan otak yang tidak sempurna.

  • Neonatal varicella

Suatu jenis infeksi yang mengancam hidup bayi yang baru lahir. Infeksi ini bisa terjadi jika si ibu menderita cacar air beberapa hari sebelum melahirkan, atau 48 jam sebelum melahirkan.

  • Hepatitis dapat terjadi pada si ibu hamil.

Meskipun cacar saat hamil dapat menimbulkan komplikasi di atas, statistik menyebutkan kalau risiko terjadinya komplikasi cukup rendah, kok. Pasalnya, kasus cacar air termasuk jarang kasusnya pada ibu hamil.

Selain itu, kebanyakan ibu hamil yang menderita cacar air bisa sembuh dengan pengobatan, tanpa efek berbahaya bagi si jabang bayi.

Lalu, perlukah dirawat di rumah sakit? Jika Anda menderita cacar saat hamil, perhatikan pula gejala-gejala yang menyertainya. Perawatan intensif di rumah sakit diperlukan jika Anda mengalami gejala-gejala khusus, seperti :

  • Sakit kepala, pusing, mual, dan muntah-muntah
  • Timbulnya masalah pernapasan
  • Timbul kemerahan pada kulit yang kemudian berdarah
  • Timbul ruam pada kulit yang parah
  • Pendarahan pada vagina

Apa yang harus dilakukan jika terjadi komplikasi saat bayi lahir?

Saat Anda menderita cacar air di masa kehamilan, maka tidak ada pengobatan atau penanganan yang dapat mencegah bayi Anda terhindar dari cacar air. Jika sampai terjadi, dokter nantinya akan merawat bayi Anda dengan antibodi cacar air yang disebut varicella zoster immune globulin (VZIG).

Nah, itulah serba-serbi kondisi bunda yang cacar air di masa kehamilan yang harus Anda ketahui agar kondisi bayi dalam kandungan bisa tetap sehat. Semoga bermanfaat!