Bahaya Penyakit yang Mengintai Jika Langsung Tidur Sehabis Makan Sahur

Ketika bulan Ramadan tiba, pola tidur Anda secara otomatis mengalami perubahan karena harus mengonsumsi makanan terlebih dahulu saat sahur. Efeknya, banyak di antara kita yang memilih untuk langsung tidur setelah sahur karena waktu tidur di malam hari yang sempat terpotong. Akibatnya, tidak sedikit yang merasakan adanya gangguan kesehatan karena kebiasaan yang satu ini.

Memang, apa saja sih risiko kesehatan yang bisa menyerang jika kita sering langsung tidur setelah sahur? Nah, perhatikan penjelasan berikut ini agar tubuh Anda tetap bugar selama menjalankan ibadah puasa.

Stroke

Mungkin belum banyak yang menyadari ancaman penyakit ini jika Anda terbiasa langsung tidur setelah makan sahur. Salah satu jenis stroke yang dapat terjadi jika Anda sering langsung tidur setelah makan ialah stroke penyumbatan darah.

Pada dasarnya, suplai darah menuju otak harus tetap terjaga setiap saat. Nah, ketika Anda memilih langsung tidur setelah makan, maka suplai darah menjadi terbagi antara ke lambung dan otak karena proses penggilingan di dalam lambung yang masih berjalan.

Dalam jangka panjang, bila kebiasaan ini terus dilakukan, otak bisa kekurangan oksigen sehingga memicu serangan stroke. Karena itu, hindari kebiasaan langsung tidur setelah makan, termasuk saat makan sahur ketika bulan Ramadan tiba.

Sejumlah penelitian menyebutkan, memberi jeda 1 jam setelah makan dapat menurunkan risiko 66% lebih kecil terkena stroke jenis ini. Jadi, idealnya Anda sebaiknya menunggu 2 jam sebelum memutuskan untuk kembali tidur, ya!

Perut menjadi buncit

Setiap makanan yang masuk ke dalam mulut dan sistem pencernaan memerlukan proses penggilingan agar dapat dicerna dengan mudah dan nutrisi dapat disalurkan oleh darah ke seluruh organ tubuh.

Nah, makanan yang dicerna tersebut, sejatinya menghasilkan energi untuk keperluan kita beraktivitas sehari-hari. Ketika Anda memutuskan untuk langsung tidur, otomatis nutrisi dari makanan yang telah dicerna tersebut akan menumpuk menjadi lemak dalam tubuh.

Otomatis karena penumpukan tersebut, perut akan menjadi buncit akibat penumpukan makanan yang belum sempat dimanfaatkan sebagai energi. Sebaiknya, lakukan sedikit akitivtas setelah sahur, seperti mencuci piring maupun melaksanakan ibadah solat Subuh terlebih dahulu.

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)

Proses pencernaan makanan yang terjadi di dalam lambung tentunya melibatkan asam lambung agar makanan dapat tergiling dengan baik. Nah, ketika Anda memilih untuk langsung tidur terlentang setelah sahur, katup yang memisahkan antara lambung dengan kerongkongan jadi tidak tertutup dengan baik karena pengaruh gravitasi.

Akibatnya, makanan beserta asam lambung dapat naik ke kerongkongan dan menyebabkan rasa panas di dada dan leher. Inilah yang kerap dirasakan seperti sensasi kembung dan begah, serta dada yang terbakar (heartburn). Selain itu, asam lambung yang naik ini bisa saja memicu iritasi pada kerongkongan Anda.

Pastikan untuk menyiapkan menu penuh gizi saat sahur, seperti telur, daging ikan, dan sayur hijau demi menjaga tubuh tetap bugar selama berpuasa. Jika Anda masih ingin mengemil setelah sahur, cobalah mengonsumsi biskuit gandum dengan keju cottage sebagai menu kudapan. Selain dapat mengenyangkan, jenis makanan tersebut termasuk mudah dicerna dan dapat menjadi sumber karbohidrat dan protein tambahan yang sehat.

Jadi, masih memilih langsung tidur setelah sahur setelah mengetahui risiko penyakit di atas? Walaupun terasa berat, kuatkan diri Anda untuk menahan rasa kantuk yang melanda. Cobalah luangkan waktu dengan kegiatan yang lebih bermanfaat seperti berolahraga ringan dan berjalan-jalan di depan komplek rumah Anda. Semoga bermanfaat!