Revans Manis Barca

BARCELONA – Barcelona membuat revans manis atas Juventus. Kekalahan pada perempat final musim lalu akhirnya terbalas.

Barca menaklukkan revans -nya Juve 3-0 pada matchday 1 Liga Champions Grup D di Camp Nou, Rabu (13/9) dini hari WIB. Lionel Messi memborong dua gol manis. Satu gol lagi dipersembahkan Ivan Rakitic.

Pelatih Barca Ernesto Valverde memuji Messi yang tampil gemilang. Dia juga bersyukur karena kini megabintang asal Argentina itu menjadi pemainnya.

Tahan Messi : Bek kiri Juventus Alex Sandro (kanan) menahan pergerakan Lionel Messi, megabintang Barcelona.
Tahan Messi : Bek kiri Juventus Alex Sandro (kanan) menahan pergerakan Lionel Messi, megabintang Barcelona.

Selain menyumbang dua gol, Messi berperan besar atas terciptanya gol yang dibuat Rakitic. Penampilan menawan itu melanjutkan performa hebat Barca ketika dia mengukir hattrick ke gawang Espanyol, akhir pekan lalu.

”Saat Messi menguasai bola, apa pun bisa terjadi. Ini bukan hanya soal gol-golnya, melainkan juga keterlibatannya dalam semua hal,” ungkap Valverde.

Sebelum melatih klub Catalan, Valverde pernah bekerja di klub-klub Spanyol lain seperti Espanyol, Villarreal, Valencia, dan Athletic Bilbao. Dia tahu betul bagaimana pusingnya menghadapi revans pemain sekelas Messi. Namun, dia sekarang tak perlu merasa cemas lagi.

”Kualitas Messi selalu sama di mana pun dia main. Dia selalu terhubung dengan permainan,” jelas Valverde. Messi sudah mencetak delapan gol dari enam penampilan manis bersama Los Cules Barca pada musim ini. Tujuh gol di antaranya lahir dalam tiga laga terakhir.

Banyak Celah

Massimiliano Allegri, pelatih Juve, menyayangkan peluang-peluang timnya pada babak pertama yang gagal menjadi gol. Dia mengakui Gianluigi Buffon dkk meninggalkan terlalu banyak celah.

Bianconeri punya peluang melalui Mattia De Sciglio, Paulo Dybala, dan Miralem Pjanic. Sayang, semua terbuang percuma.

Buang-buang peluang ini jadi satu aspek yang disoroti Allegri. Selain itu, Juve terlalu terbuka terhadap revans serangan balik Barcelona. ”Kami tidak mampu memaksimalkan setiap peluang sehingga dihukum pada akhir babak pertama,” ujar Allegri.

”Ironisnya, kami kebobolan tiga gol dari serangan balik. Inilah kesalahan terburuk kami, karena seharusnya kami tetap rapat setelah kecolongan gol pertama,” tandasnya.

Dia memuji Messi yang bisa mengubah jalannya pertandingan. Pemain terbaik dunia lima kali ini diberikan celah manis sehingga merajalela. ”Kami seyogianya bermain lebih baik di level mental,” kata mantan allenatore AC Milan ini.

Pada duel revans musim lalu, Juve menang 3-0 dan imbang 0-0. Hasil itu membuat mereka lolos ke semifinal, bahkan kemudian mencapai partai puncak sebelum dihentikan Real Madrid.