Kabar Setnov di Tahanan Stress, Penyidikan KPK Tetap Berlanjut

Novanto Stress di Tahanan

Adanya kabar Komisi Pemberantasan Korupsi mempercepat penyidikan terhadap tersangka kasus dugaan korupsi E-KTP Setya Novanto. Dengan demikian, diharapkan berkas penyidikan Ketua DPR itu dapat segera dilimpahkan ke tahap penuntutan, selanjutnya maju ke persidangan. Selain itu, kabar lain KPK juga tengah mempersiapkan strategi untuk menghadapi sidang gugatan praperadilan yang kembali diajukan oleh Setnov atas penetapannya sebagai tersangka.

“Dua-duanya kami lakukan. Persiapan praperadilan secara matang kami siapkan, kemungkinan melimpahkan (berkas penyidikan) juga kami siapkan. Kami nanti melihat mana yang visible bagi KPK,” ujar Ketua KPK Agus Rahardjo, Jumat (24/11). KPK menghadapi praperadilan dengan persiapan yang lebih matang agar Setnov tidak kembali menang seperti pada gugatan pertama Setnov.

Sidang perdana praperadilan Setnov akan digelar pada 30 November. "Persiapan kami jauh lebih matang, jauh lebih baik dibandingkan yang kemarin," katanya. Sementara itu, penyidik KPK juga secara maraton memeriksa penyidikan Setnov, baik penyidikan sebagai tersangka maupun sebagai saksi. Kemarin, kabar Ketua Umum Partai Golkar nonaktif itu dimintai keterangan guna melengkapi berkas penyidikan untuk Dirut PT Quadra Solutions Anang Sugiana Sudihardjo, yang juga merupakan tersangka dalam kasus itu.
Sidang perdana praperadilan Setnov akan digelar pada 30 November. “Persiapan kami jauh lebih matang, jauh lebih baik dibandingkan yang kemarin,” katanya. Sementara itu, penyidik KPK juga secara maraton memeriksa penyidikan Setnov, baik penyidikan sebagai tersangka maupun sebagai saksi. Kemarin, kabar Ketua Umum Partai Golkar nonaktif itu dimintai keterangan guna melengkapi berkas penyidikan untuk Dirut PT Quadra Solutions Anang Sugiana Sudihardjo, yang juga merupakan tersangka dalam kasus itu.

“Diperiksa soal Anang,” kata Setnov ketika ditanya wartawan di gedung KPK. Penyidik juga memanggil anak kandung Setnov, Dwina Michaella, sebagai saksi untuk penyidikan Anang. Namun, yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan penyidikan. Ketika ditanya soal kabar ketidakhadiran anaknya, Setnov enggan berkomentar. Menurut kuasa hukum Setnov, Fredrich Yunadi, Dwina tak datang lantaran surat yang dikirim penyidik KPK belum diterima. “Nggak (datang), kan surat panggilannya nggak ada,” kata Fredrich.

Ia menuturkan, KPK salah alamat ketika mengirim surat panggilan untuk putri Setnov dari istri pertamanya itu. KPK mengirim ke alamat rumah Setnov di Jalan Wijaya XIII, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Padahal, kata Fredrich, Dwina memiliki rumah sendiri. “Beliau kan sudah nggak tinggal di sana, anak-anaknya kan sudah punya rumah masing-masing,” tuturnya. Fredrich belum mengetahui apakah putri Setnov itu akan memenuhi panggilan KPK jika nantinya surat tersebut dikirim ke alamat rumah Dwina.

Sehari sebelumnya, putra Setnov, Rheza Herwindo juga mangkir dari panggilan penyidik KPK. Tak ada keterangan mengenai ketidakhadiran putra Setnov dari istri pertama Setnov tersebut. Nama Rheza dan Dwina muncul dalam persidangan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong. Rheza disebut memiliki saham di PT Mondialindo Graha Perdana. Dia memiliki saham di perusahaan itu bersama istri kedua Setnov, Deisti Astriani Tagor.

PT Mondialindo Graha Perdana memiliki mayoritas saham di PT Murakabi Sejahtera. Setnov mengakui pernah menjabat komisaris perusahaan itu pada 2000-2002. Namun, dia mengklaim tak tahu anak dan istrinya memiliki saham di Mondialindo. Sementara itu Dwina pernah menduduki posisi Komisaris PTMurakabi Sejahtera, salah satu konsorsium peserta tender proyek pengadaan E-KTP, namun kalah dari Konsorsium PNRI. Di perusahaan itu ada juga nama Irvanto Hendra Pambudi alias Irvan, keponakan Setnov.

Penyidik KPK telah memeriksa Deisti pada Senin (20/11). Saat itu, Deisti yang merupakan pemegang mayoritas saham PT Mondialindo dikonfirmasi terkait kepemilikan sahamnya. Deisti sudah dicegah bepergian ke luar negeri untuk enam bulan ke depan.

Panggilan Penyidikan KPK

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan, pihaknya telah mengirim surat panggilan, baik kepada Reza maupun Dwina secara patut ke alamat rumah Setnov di Jalan Wijaya XIII Nomor 19, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Menurut Febri, penyidik juga telah menyampaikan kepada Deisti saat menjalani pemeriksaan, bahwa surat panggilan terhadap Dwina akan disampaikan ke alamat rumah Setnov. Febri tak tahu apakah pesan tersebut diteruskan kepada Dwina.

“Pada saat istri (Setnov) diperiksa, penyidik sudah menyampaikan bahwa nanti panggilan untuk Dwina akan disampaikan ke rumah di Jalan Wijaya, karena itu adalah rumah orang tua yang bersangkutan,” tuturnya. Febri mengimbau para saksi yang dipanggil agar memenuhi panggilan dan menghadap penyidik. Menyangkut kondisi Setnov, Fredrich Yunadi menyebut lebih baik dari sebelumnya, namun stress setelah lima hari ditahan.

“(Setnov) tertekan, otomatis. Seumur hidup dengan kedudukan selevel dengan Presiden, akhirnya dia dikurung tahanan. Mau tak mau dia stress,” kata Fredrich dalam wawancara dengan Najwa Shihab, kemarin. Fredrich mengaku bisa melihat tanda-tanda stress Novanto. Dia memaklumi kondisi kliennya itu. “Saya bisa membaca ia stress, sampai terpancing emosi, gampang tersinggung,” tambahnya.