Pasar gadget di Indonesia memiliki potensial yang cukup tinggi. Hal ini diteliti Accenture dengan melakukan survei beberapa waktu lalu dengan hasil bahwa salah satu kebutuhan yang dianggap penting oleh masyarakat Indonesia adalah perangkat gadget baik itu berupa smartphone, tablet dan gadget phone lainnya.

Pada survei ini diketahui bahwa 55% konsumen yang di wawancarai lebih memilih menyisihkan uang mereka untuk membeli sebuah gadget smartphone yang mereka inginkan walaupun itu harus menabung setahun bahkan tidak menutup kemungkinan bisa lebih. Gadget idaman para konsumen tersebut tidak tanggung-tanggung, mulai dari iPhone 6 plus hingga Samsung Galaxy note 4 dengan kisaran harga yang berlaku mencapai 5 jutaan keatas sehingga wajar jika mereka rela menabung selama itu.tkdn dianggap gak laku

Walaupun memiliki potensi yang sangat menguntungkan, akan tetapi menyusul keterbukaan perdagangan maka akan berlaku pesimisme baru terutama untuk para pelaku startup lokal.

Rudiantara (Menkominfo) menjelaskan bahwa “TKDN atau Tingkat Komponen Dalam Negeri memiliki kecenderungan yang bertentangan terhadap keterbukaan perdagangan, mengingat dalam waktu dekat negara kita akan masuk perdagangan dengan Uni Eropa sehingga TKDN tersebut cenderung tak berlaku.”

Untuk menghadapi kelesuan TKDN tadi maka dibutuhkan beberapa strategi. Hardware harus tetap di dorong untuk tetap membuka lapangan kerja baru sebagai bentuk konsep yang harus berlaku untuk jangka pendek. Sedangkan konsep jangka panjang di fokuskan pada software dimana berlaku sistem keterbukaan perdagangan dunia sehingga jika Indonesia hanya fokus ke hardware maka kita cuma menjadi sebuah blue collar untuk 5 hingga 10 tahun kedepan. Salah satu pesaing Indonesia yaitu negara Kamboja dimana memiliki global brand.

“Kita ada 200 juta orang, setidaknya ada anak muda 100 juta orang yang bisa kita dorong pada software maupun aplikasi. Di situlah kita menang karena kita punya pasar, kita punya captive market. Jangan sampai software pengembangannya itu di luar sehingga kita tidak berkembang dan akan menjadi pasar sajalah kita,” Ucapnya