OJK Dorong Akses Keuangan untuk Pembangunan Daerah

SEMARANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong akses keuangan untuk pembangunan daerah. Upaya itu akan dilakukan melalui kemudahan bagi pemerintah daerah untuk memperoleh pembiayaan pembangunan.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimbo Santoso mengatakan, akses keuangan guna pembangunan daerah menjadi fokus utama. Pihaknya akan mendukung sekaligus mencari solusi untuk mendorong pembangunan di daerah.

”Saat ini pemerintah pusat hingga daerah tengah gencar dorong pembangunan infrastruktur terutama pada daerah daerah. Kami menawarkan skim pembiayaan dalam berbagai pembangunan program keuangan,” ungkapnya di sela Sertijab Kepala OJK Regional 3 Jateng-DIY, Kepala OJK Purwokerto, dan Kepala OJK Tegal di Kantor OJK Regional 3 Semarang, Senin (18/9).

Untuk dorong pembangunan daerah khususnya di bidang infrastruktur, OJK menawarkan skim pembiayaan keuangan dalam bentuk obligasi pemerintah atau sindikasi pembiayaan oleh keuangan perbankan.

”Kita lihat akses konteksnya, berapa besar, pembangunan proyeknya apa, sehingga kita bisa dorong memberikan saran kepada pemerintah daerah,” tuturnya.

Selain mendorong pembangunan daerah di bidang infrastruktur, OJK juga mendukung dan mendorong akses pembiayaan keuangan bagi pembangunan masyarakat kecil. Dan dorong perlindungan nasabah terkait maraknya investasi yang tidak bertanggung jawab.

Penyaluran KUR

”Akhir-akhir ini marak penipuan terkait investasi bodong. Kami akan bantu dorong dan berikan pemahaman serta solusi kepada masyarakat agar hak-haknya terlindungi,” imbuh Wimbo.

Pada kesempatan tersebut Ketua Dewan Komisioner melantik sejumlah pejabat OJK daerah di antaranya, Moch Ihsanuddin dari Kepala Regional 3 Jateng dan DIYmenjadi Plt Deputi Komisioner Pengawas IKNB. Kedudukannya digantikan Bambang Kiswono dari Kepala OJK Regional Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Kemudian, Farid Faletehan dari Kepala OJK Purwokerto menjadi Kepala OJK Nusatenggara. Sumarlan menjadi Plt Kepala OJK Purwokerto dan Tyas Retnani menjadi Plt Kepala OJK Tegal.