Empat Ton Bahan PCC Dibongkar, Gudang di Cimahi Digerebek

JAKARTA– Polisi menemukan empat ton lebih bahan baku paracetamol caffein carisoprodol (PCC) di Cimahi, Jawa Barat. Temuan empat ton itu dibongkar setelah aparat menggerebek sebuah pabrik di Jalan Kihapit Timur No 141, Kelurahan Lewigajah, Kecamatan Cimahi Selatan.

”Iya (ada penggerebekan). Ada temuan terkait dengan temuan pil PCC sebanyak 4 ton. Di situ dibongkar tempat bahan bakunya,” kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto, Senin (18/9).

Hingga kemarin sore, penggerebekan yang dibongkar dipimpin Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Kombes Jhon Turman Panjaitan itu masih berlangsung. Ada lebih dari 4 ton bahan baku pil PCC yang disita saat digerebek.

”Lokasi digerebek di perumahan Cimahi, tapi di buat gudang, di Leuwigajah. Di situ dibongkar tempat bahan bakunya, ada sekitar 4 ton lebih,” tambah Turman. Barang-barang tersebut merupakan barang yang dilarang oleh Kementerian Kesehatan. Namun terkait apakah bahan baku 4 ton tersebut berkaitan dengan PCC, polisi masih akan mendalaminya.

”Apakah akan dibuat PCC atau bukan, masih didalami, ini bahan dasar campuran. Ini sudah dilarang oleh Depkes dan kita temukan,” kata dia.

Menurutnya, saat digerebek sekitar pukul 14.00 WIB hingga 17.00 WIB, kondisi gudang dibongkar dalam keadaan kosong. Sehingga petugas akan terus melakukan pengembangan untuk mencari siapa identitas pemilik gudang ketika digerebek.

Digerebek Dikerumuni Warga : Warga berkerumun di depan gudang yang dibongkar diduga tempat penyimpanan empat ton bahan baku pil PCC di Jalan Kihapit Timur, Lewigajah, Cimahi Selatan, Senin (18/9).
Digerebek Dikerumuni Warga : Warga berkerumun di depan gudang yang dibongkar diduga tempat penyimpanan empat ton bahan baku pil PCC di Jalan Kihapit Timur, Lewigajah, Cimahi Selatan, Senin (18/9).

”Masih dilakukan pengembangan orangnya,” kata dia. Berdasarkan data yang diperoleh dari masyarakat sekitar, gudang tersebut baru digunakan sekitar enam bulan yang lalu.

Namun untuk aktivitas yang ada di dalamnya, tidak ada satu warga pun yang persis mengetahuinya. Tak hanya menyita empat ton bahan bahan yang diduga untuk meracik PCC, petugas juga mengamankan alat penyaring dan pemisah. Seluruh bahan barang sitaan usai digerebek kemudian dibawa ke Bareskrim Mabes Polri untuk dilakukan pengembangan.

”Mesin (pembuatan bahan) tidak ada, hanya tempat penyimpanan bahan. Hanya ada alat-alat penyaring dan pemisah bahan, tapi pabriknya tidak ada,” kata dia. Eko mengatakan akan menindak seluruh peredaran obat-obat PCC yang dinilai membahayakan masyarakat. Kasus peredaran pil PCC ini, dikatakan Eko, menjadi perhatian polisi.

”Kita turun tangan semua. Yang di Cimahi, yang pimpin Wadir. Ini atensi. Kita tidak main-main, kita sikat semua obat-obat berbahaya termasuk PCC,” tegas Eko. Sementara itu, Kapolri sudah memerintahkan seluruh jajaran Polda di seluruh Indonesia untuk melakukan razia di wilayah masing-masing untuk menyisir tempat-tempat yang diduga menjual pil PCC. Tujuannya untuk mencegah peredaran pil tersebut.

Kepala Divisi Humas Kepolisian Indonesia Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto mengatakan, Kepala Kepolisian Indonesia Jenderal Tito Karnavian memerintahkan seluruh jajarannya mengecek penyebaran dan penyalahgunaan obat PCC dibongkar & digerebek.

Dua Jenis

Terpisah, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan dua jenis tablet PCC berbeda kandungan yang dikonsumsi korban di Kendari berdasarkan hasil uji laboratorium. Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan dalam konferensi pers di Jakarta, kemarin, jenis tablet PCC yang pertama mengandung parasetamol, carisoprodol, dan cafein, sedangkan yang kedua mengandung parasetamol, carisoprodol, cafein, dan tramadol.gambar Empat Ton Bahan PCC Dibongkar, Gudang di Cimahi Digerebek wallpaper background hd plengdut.com

”Ada kandungan yang dikombinasikan. PCC itu sendiri produk ilegal bukan obat yang bisa digunakan. Hal itu berarti tablet tersebut tidak boleh dikonsumsi oleh siapa pun,” tutur dia.

Tablet PCC dengan kombinasi kandungan lain memiliki efek lebih cepat menimbulkan halusinasi dan menghilangkan kesadaran.

Penny menuturkan produk dengan kandungan carisoprodol dulu pernah resmi beredar di Indonesia, tetapi sudah ditarik peredarannya pada 2013 karena sering disalahgunakan. Obat yang mengandung carisoprodol dan telah ditarik peredarannya antara lain Carnophen, Somadril, Rheumastop, New Skelan, Carsipain, Cazerol, dan Karnomed.

”Jadi itu bukan tablet yang masih digunakan dan tidak pernah teregistrasi dalam produk yang bernama PCC,” ujar Penny. Carisoprodol merupakan bahan baku obat yang memberi efek relaksasi otot dengan efek samping sedatif dan euforia, sedangkan pada dosis yang lebih tinggi dari dosis terapi dapat menyebabkan kejang, halusinasi, dan membahayakan kesehatan hingga kematian.

BPOM bersama Polri dan BNN akan terus menelusuri kasus itu sampai tuntas dibongkar untuk mengungkap pelaku peredaran obat ilegal serta jaringannya digerebek. Kepala Badan POM RI itu juga mengimbau agar masyarakat selalu berhati-hati mendapatkan dan mengonsumsi obat.

”Pastikan membeli obat hanya di sarana resmi seperti Apotek, Puskesmas, dan Rumah Sakit. Jangan mudah tergiur dengan obat murah yang ditawarkan seseorang atau pihak tertentu. Pastikan obat tersebut memiliki izin edar Badan POM,” tambahnya.