Film Pengabdi Setan Jadi Unggulan FFI

FFI (Festival Film Indonesia) 2017 di dominasi oleh dau film yang berbeda genre. Kedua film yang menjadi unggulan FFI tersebut berasal dari genre film drama komedi “Cek Toko Sebelah” dan satunya lagi genre film horor “Pengabdi Setan”. Film Pengabdi Setan dimana merupakan film reboot (daur ulang) garapan Joko Anwar mampu meraup berbagai penghargaan unggulan kategori film FFI yang di kompetisikan FFI.

Film itu tercatat masuk dalam 13 unggulan. Film horor itu diunggulkan dalam kategori penata busana terbaik FFI, unggulan penata rias terbaik, penata artistik terbaik, penata efek visual terbaik, penata musik terbaik, unggulan musik tema terbaik, penata suara terbaik, penyunting gambar terbaik, dan penulis skenario terbaik.

Selain itu, diunggulkan pula dalam kategori penata sinematografi terbaik, unggulan aktor anak terbaik, unggulan sutradara terbaik, dan film terbaik. Joko Anwar diunggulkan sebagai sutradara dan penulis skenario terbaik Pengabdi Setan yang kini masih diputar di gedung bioskop itu.gambar Film Pengabdi Setan Jadi Unggulan FFI hd wallpaper background plengdut.com

Dirilis sejak 28 September lalu, film yang dibintangi Tara Basro dan Ayu Laksmi itu jadi menerima respons positif dari publik. Pengabdi Setan telah meraih 1,1 juta penonton setelah delapan hari tayang di layar lebar.

Horor Daur Ulang 1980

Pengabdi Setan garapan Joko Anwar itu merupakan daur ulang dari versi besutan Sisworo Gautama Putra (1980). Pengabdi Setan versi baru bisa dibilang jadi film daur adaptasi yang berhasil.

Dari segi cerita, tak ada lagi sosok misterius Darminah yang menjadi motor penggerak film asli. Namun adegan-adegan ikonis dalam film pendahulu, seperti saat Toni didatangi sang ibu, juga dibuat ulang dengan cara baru.

Menit-menit awal Pengabdi Setan sudah menunjukkan film itu dibuat secara serius. Berlatar tahun 1980an, desain jadi produksi film yang digarap Rapi Films, CJ Entertainment, dan iFlix itu begitu detail.

Termasuk, dalam beragam properti yang membawa ke suasana tahun 1980 an. Bintang utama film itu jelas sosok ibu yang diperankan Ayu Laksmi. Penampilan Ayu Laksmi, ditunjang departemen kostum dan tata rias yang mumpuni, membuat ulang setan sosok ibu begitu menyeramkan. Bahkan saat masih hidup pun sang ibu mampu mendirikan bulu roma penonton.

Kengerian atas kehadiran sosok setan itu ditunjang cara bercerita Joko Anwar, yang tak banyak mengandalkan jump scare. Sebaliknya, Joko membangun atmosfer film lewat teknik sinematografi dan permainan audio. Hasilnya, nyaris setiap menit dalam rumah ibu mampu menghadirkan teror yang mencekam penonton.