Triyaningsih Pelari 10.000 Meter Indonesia

Tak Tergoyahkan di 10 ribu Meter

Meraih medali emas pada minimal tiga gelaran SEAGames bukanlah prestasi pelari sembarangan. Dibutuhkan latihan keras dan sikap pantang menyerah pelari untuk mewujudkannya. Setidaknya, itu yang ditunjukkan dua atlet putri kebanggaan Indonesia, Triyaningsih (30) dan Lindswell Kwok (25).

Pelari jarak jauh, Triyaningsih, meraih medali emas dari no lari 10.000 meter SEAGames Kuala Lumpur 2017, Kamis (24/8). Ini adalah medali emas keenamnya untuk nomor 10.000 meter sejak ia turun di pelari SEAGames Nakhon Ratchasima 2007.

”Saya bersyukur kepada Yang Maha Kuasa karena untuk keenam kalinya bisa memenangi medali emas nomor lari 10.000 meter dari SEAGames. Ini adalah emas SEAGames ke-11 yang saya persembahkan kepada Indonesia,” kata Triyaningsih usai lomba di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, itu.

Lima emas lain Triyaningsih persembahkan dari nomor lari 5.000 meter (empat emas) dan maraton (satu emas). Namun, di nomor lari 5.000 meter SEAGames Kuala Lumpur, Triyaningsih finish di urutan ketiga. Melihat prestasi yang Triyaningsih torehkan sejak pertama kali mengikuti SEAGames, wajar bila pelari kelahiran Semarang ini dijuluki ”ratu” lari jarak jauh Asia Tenggara.

Prestasi di SEAGames Kuala Lumpur ini sekaligus menjadi jawaban pernyataan Triyaningsih seusai SEA Games Singapura 2015, bahwa di usianya yang sekarang dirinya ingin terus berlari. ”Saya enggak akan berhenti berlari. Tapi, untuk prestasi, kita lihat saja kondisi saya nantinya,” ungkapnya.

SEAGames Jakarta-Palembang 2011 adalah SEAGames terbaik yang pernah Triyaningsih ikuti. Dengan total berlari mencapai 57,195 kilo meter, Triyaningsih sukses dinobatkan sebagai ratu lari jarak jauh Indonesia, bahkan pelari Asia Tenggara, saat berhasil meraih catatan sempurna di nomor 5.000 meter, 10.000 meter, dan maraton (42,195 kilo meter).

Melakukan Selebrasi : Pelari Indonesia Triyaningsih melakukan selebrasi dengan membawa bendera merah putih setelah memenangkan nomor lari 10 ribu meter putri SEA Games XXIX Kuala Lumpur di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia.
Melakukan Selebrasi : Pelari Indonesia Triyaningsih melakukan selebrasi dengan membawa bendera merah putih setelah memenangkan nomor lari 10 ribu meter putri SEA Games XXIX Kuala Lumpur di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia.

”Saya senang, tapi kaki sakit,” ujar Triyaningsih setelah memenangi lomba maraton dengan catatan waktu 2 jam 45 menit 35 detik. Ia mengalami luka lecet di kaki kanan selepas perlombaan. Ia pun kemudian dibawa ke ambulans untuk mendapat perawatan.

Ikuti Kakak

Triyaningsih mengaku jatuh cinta dengan atletik saat melihat sang kakak, Ruwiyati, yang juga merupakan pelari nasional Indonesia, berprestasi di ajang itu. Ia terinspirasi dan berusaha menekuni cabang olahraga ini.

Ruwiyati merupakan pemegang rekor SEAGames nomor maraton yang dibuat di Chiang Mai Thailand tahun 1995. Ruwiyati mencatat waktu 2 jam 34 menit 29 detik, memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh Ivan Donson (Singapura) dengan 2 jam 36 menit 47 detik.

”Awalnya tidak suka lari. Cuma waktu itu lihat kakak yang sudah jadi pelari profesional Indonesia. Dia lihat saya punya potensi. Setelah dilatih, ternyata benar saya kuat berlari,” kata Triyaningsih, beberapa minggu sebelum bertolak ke Kuala Lumpur untuk mengikuti SEAGames.

Dari rekomendasi Ruwiyati, pelari bertubuh mungil (147 cm) itu kemudian mulai berlatih di klub atletik Lokomotif Salatiga pada 2002. Perjumpaan dengan pelatih Indonesia Alwi Mugiyanto membuat Triyaningsih yakin bahwa berlari adalah keinginannya, dan Triyaningsih pun ingin terus menekuni dunia tersebut.

Menurut dia, berlari adalah bakat alaminya. Triyaningsih mengaku paru-parunya memiliki volume maksimal oksigen yang lebih besar. Volume yang besar itu membuat daya tahan tubuhnya tetap prima meski berlari lama.

Hal itu dibuktikannya kala ia mengikuti SEAGames untuk kali pertama pada 2003 di Vietnam. Turun di nomor 5.000 meter, Triyaningsih berhasil finish di urutan keempat. Namun, yang menarik, gadis riang ini berhasil memecahkan rekor nasional yunior Indonesia dengan catatan waktu 16 menit 21 detik.

Tahun 2005, karier berlari Triyaningsih seolah akan berakhir dini kala dicoret dari tim nasional SEAGames lantaran sikap indisipliner. ”Saya kurang disiplin. Kadang saya malas. Pelatih juga selalu mengingatkan saya untuk lebih disiplin,” sesalnya.

Siapa menyangka cerita pahit itu kemudian menjadi titik balik karier Triyaningsih. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan, Triyaningsih memberikan yang terbaik di SEAGames 2007. Turun di nomor 5.000 meter, Triyaningsih memecahkan rekor pelari dengan mencatatkan waktu 15 menit 54,32 detik, sekaligus meraih medali emas perdana.

Di ajang yang sama, Triyaningsih juga meraih emas kedua di nomor 10.000 meter. Catatan emas itu terus diulangi Triyaningsih di ajang yang sama periode-periode berikutnya.