Pernikahan Kahiyang Digelar 8 November, Gibran Siapkan Menu Istimewa

SOLO – Putri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kahiyang Ayu, bakal menikah dengan Bobby Nasution menurut adat Jawa. Prosesi pernikahan Kahiyang akan berlangsung 7-8 November di Solo.

”Adik saya (Kahiyang) akan melangsungkan pernikahan pada 8 November. Resepsi Kahiyang dilaksanakan & digelar di Grha Saba Buana. Selasa 7 November akan dilakukan siraman dan midodareni, kemudian Rabu pagi dilanjut siapkan akad nikah dan digelar resepsi,” ungkap putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, di kediaman pribadi Presiden, Minggu (17/9).

Gibran menambahkan, konsep pernikahan Kahiyang mirip pernikahannya dengan Selvi Ananda pada 2015. ”Konsepnya Kahiyang sama, digelar menggunakan pernikahan adat tradisional Jawa seperti dua tahun lalu. Pengantin pria juga akan siraman di Solo,’’ jelas Gibran yang memberi penjelasan kepada wartawan bersama Jokowi, Ibu Negara Iriana, Kahiyang, dan adik bungsunya, Kaesang Pangarep.

Siraman dan midodareni bakal digelar di kediaman pribadi Jokowi. ”Jumlah tamu yang akan diundang pihak Kahiyang dan calon suami belum bisa diperhitungkan sekarang,” kata dia.

Lebih lanjut, Gibran yang ditunjuk keluarga Jokowi sebagai juru bicara pernikahan Kahiyang menuturkan, ia bakal siapkan sajian menu istimewa untuk Kahiyang juga para tamu undangan pernikahan.

Beri Penjelasan : Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, memberikan penjelasan rencana digelar pernikahan adiknya, Kahiyang Ayu bulan November, kepada wartawan di kediaman pribadi Presiden, Minggu (17/9).
Beri Penjelasan : Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, memberikan penjelasan rencana digelar pernikahan adiknya, Kahiyang Ayu bulan November, kepada wartawan di kediaman pribadi Presiden, Minggu (17/9).

Namun dia masih merahasiakan menu pernikahan istimewa untuk Kahiyang yang di siapkan. ”Nanti saja kalau sudah mendekati hari H akan diberitahu menu apa yang istimewa. Ini kan masih dua bulan lagi,” tutur Gibran pemilik katering Chilli Pari itu.

Soal busana kedua calon mempelai, Ibu Negara Iriana tidak banyak berkomentar. Ia hanya mengatakan, nanti di siapkan empat jenis busana untuk seluruh prosesi Kahiyang. ”Biasa saja, tidak ada yang istimewa , tidak berbeda dari mantu sebelumnya (pernikahan Gibran – Selvi). Tunggu saja, nanti akan kami sampaikan,” jelasnya.

Soal pemilihan tanggal istimewa 8 November, Iriana dan Gibran memberi jawaban yang agak berbeda. Menurut Iriana, digelar bulan November tanggal tersebut disesuaikan dengan pawukon Kahiyang (penentuan hari baik Kahiyang). Adapun Gibran berkelakar, Grha Saba Buana sudah dipesan untuk kegiatan lain setiap Sabtu dan Minggu selama November. ”Bisanya ya hari Rabu itu. Mestinya siapkan pesan sejak tiga tahun lalu,” kata Gibran.

Kangen Cucu

Sementara itu, kunjungan ke Solo juga dimanfaatkan Jokowi untuk melepas kangen pada cucu pertamanya, Jan Ethes Srinarendra.

Sang Kepala Negara rela terbang kembali ke Solo untuk siapkan menghabiskan akhir pekan dengan sang cucu. Jokowi mengunggah momen istimewa kebersamaan dengan Jan Ethes itu di saluran YouTube resmi miliknya. Jokowi yang mengenakan kemeja putih dan sarung kotak-kotak hijau membuka vlog dengan menuturkan bahwa ia tengah berada di rumah pribadinya.

”Hari ini saya berada di rumah, di Solo, dan berbahagia sekali bisa bertemu dengan Jan Ethes,” ujarnya di awal vlog. Vlog itu kemudian berlanjut dengan menampilkan klip-klip yang menunjukkan Jokowi sedang bermain dengan Jan Ethes, mulai dari pedang-pedangan hingga tangkap bola. Jan Ethes terlihat senang. Putra pertama Gibran Rakabuming Raka dan Selvi Ananda itu berlarian riang di sekeliling sang kaek.

Tak hanya bermain, Jokowi kemudian memandikan Jan Ethes di kolam renang. ”Ini Jan Ethes baru mandi,” kata Jokowi ke arah kamera. Jan Ethes tampak tertawa senang seraya bermain air. Jokowi pun terbahak ketika percikan air cucunya yang berusia 1,5 tahun itu mengenai kemeja dan sarungnya. ”Oh Mbah basah semua ini. Mbah basah,” katanya. Mantan Wali Kota Solo itu lantas menutup vlog-nya dengan tulisan istimewa, ”Bahagia itu sederhana.”