Rusia melakukan oprasi militer sejak tanggal 30 September lalu untuk menggempur target target ISIS yang ada di Suriah dan akan berlanjut beberapa bulan kedepan. Tepat tanggal 3 hari selasa Oktober 2015 lalu, salah satu jet tempur Rusia melanggar wilayah udara dan masuk ke daerah Turki.Jet tempur Rusia

Hal ini dibenarkan pleh pemerintah Rusia, bahwa ada pesawat jet tempur mereka yang menerobos masuk wilayah udara Turki. Akan tetapi menurut pemerintah Rusia, hal ini bukan tanpa alasan.

Viktor Bondarev yang merupakan panglima militer Rusia menjelaskan bahwa saat itu jet tempur Rusia saat mengudara dikunci oleh sistem pertahanan udara, sehingga pilot jet mengambil keputusan untuk melakukan manuver ke wilayah udara Turki.

“Kondisi awan saat itu sangat pekat, jet tempur Rusia yang sedang pada misi pertempuran Suriah tiba-tiba terkunci dan menjadi target oleh sebua sistem pertahanan udara. Saat itu jet kami sedang melintasi area perbatasan turki, dan tiba-tiba alarm pada pesawat berbunyi” jelas Viktor.

“Kemudian pilot pesawat tempur kami langsung melakukan manuver untuk menghindar dan akhirnya pesawat sempat masuk ke wilayah Turki.” Akan tetapi belum di pastikan sistem udara milik siapa yang sempat mengunci pesawat tempur Rusia ini.

Pesawat tempur Rusia yang sempat dikunci tersebut adalah jenis pesawat jet tempur Sukhoi Su-30. Sementara itu Ahmed Davutoglu – Perdana Menteri Turki menerima alasan yang diberikan pemerintah Rusia. Selain itu tidak ada ketegangan yang terjadi anatara kedua negara tersebut akibat peristiwa ini.

Berbeda dengan tanggapan Jens Stoltenberg yang merupakan Sekretaris Jendral NATO yang mengatakan bahwa “itu adalah pelanggaran yang tidak bisa diterima”. Davotoglu juga mengatakan bahwa pihak Rusia sangat menghormati perbatasan Wilayah Turki dan berjanji peristiwa serupa tidak akan terjadi kembali.