Solo Gelar Uji Kompetensi Tenaga Ahli Konstruksi

SOLO – Uji kompetensi tenaga ahli konstruksi tingkat utama di Solo diikuti 30 peserta dari berbagai daerah baik bagi pemohon sertifikat keahlian (SKA) baru maupun perpanjangan. Kegiatan ini kerja sama Ikatan Ahli Konstruksi Indonesia ( IAKI), Asosiasi Aspal dan Beton Indonesia (AABI) Jateng dan Lembaga Pengemangan Jasa Konstruksi (LPJK) Nasional.

Hal itu dikemukakan Ketua Kompartemen DPP AABI ( Asosiasi Aspal dan Beton Indonesia) dan juga Sekretaris DPD AABI Jateng Djoko Triwarno saat pelaksanaan uji kompentensi di Hotel Paragon Surakarta, Solo Minggu (10/9).

Dia menambahkan, uji kompetensi konstruksi di Jateng sudah kali kedua di gelar. Pertama di gelar di Semarang dan kompetensi kedua di gelar di Surakarta dengan durasi waktu pembekalan sampai ujian sekitar 20-40 jam bagi pemohon baru dan bagi pemohon perpanjangan kompetensi SKA waktunya lebih pendek.

Uji kompetensi ini, meliputi bidang keahlian teknik jembatan, ahli jalan, keselamatan jalan, sumber daya air, manajemen konstruksi, kompetensi manajemen mutu, kompetensi manajemen proyek, dan sebagainya.

60 Ribu Anggota

Sementara itu, Ketua Umum DPP IAKI Supriatna mengatakan, untuk memperoleh gelar SKA tingkat utama, sesuai dengan ketentuan LPJKN semestinya dilaksanakan di Jakarta, karena yang berhak mengeluarkan uji tersebut adalah LPJKN. Namun, karena berbagai pertimbangan,utamanya yang terkait dengan pembiayaan, transportasi, akomodasi, maka pelaksanaan uji kompetensi SKAutama dapat dilaksanakan di daerah.

Dia mengungkapkan, sampai sekarang anggota IAKI sudah 60 ribu lebih, 1.000 di antaranya sudah mempunyai sertifikat uji keahlian konstruksi, baik tenaga tingkat muda, madya, dan tenaga utama. Adapun sisanya memiliki sertifikat keterampilan (SKT). Dalam penerbitan sertifikat ini, IAKI benar- benar melaksanakan dengan selektif. Semuanya mengikuti ketentuan yang berlaku katanya.

Ketua Unit Sertifikasi Tenaga Kerja Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (USTK LPJKN) Budi Asrianto menjelaskan, pihaknya menghargai serta mendukung langkah yang dilaksanakan IAKI beserta AABI dalam memberikan kesempatan kepada anggotanya, guna memperoleh SKAUtama.

Adapun Ketua DPD AABI Jateng Soebroto mengatakan, pihaknya mengapresiasi kegiatan uji kompetensi ini. Sebab, sesuai dengan Undang-Undang No 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, semua tenaga kerja konstruksi wajib bersertifikat.