Tekanan Buat Liverpool, Klopp Tidak Panik Jelang Leicester

LEICESTER – Liverpool dalam tekanan saat jelang kembali berhadapan dengan Leicester City pada pertandingan lanjutan Premier League. Kedua tim akan bertemu di King Power Stadium, Sabtu (23/9) malam WIB.

Liverpool menatap laga ini dengan bekal tekanan kurang meyakinkan. Tim besutan Juergen Klopp Liverpool tak pernah menang dalam empat pertandingan terakhir di semua ajang sebelumnya.

Setelah tekanan awal datang saat Liverpool dibantai Manchester City 0-5, Si Merah Liverpool diimbangi Sevilla 2-2 dan Burnley 1-1. Setelah itu Liverpool disingkirkan Leicester City di ajang Piala Liga Inggris dengan skor 0-2. Dalam empat laga tersebut The Reds mengalami tekanan dengan kebobolan 10 gol dan hanya mencetak tiga gol.

Meski meraih hasil yang buruk, namun pelatih Juergen Klopp mengaku tidak panik jelang lawan Leicester City. Dia tetap tenang tanpa panik mempersiapkan anak-anak asuhannya di jelang laga tersebut.

Mantan pelatih Borussia Dortmund ini sudah punya taktik dan strategi buat mengantisipasi panik dan tekanan permainan lawan yang tidak akan berubah. “Saya pikir kedua tim tidak akan memikirkan hasil pertandingan lalu jelang pluit ditiup. Karena, ada susunan pemain yang sangat berbeda jelang permainan. Sudah pasti buat kedua tim,” ungkap Jurgen Klopp.

“Saya pikir Leicester punya gaya main yang mirip. Mereka tidak bisa bermain seperti ini tengah pekan lalu. Karena, Jamie Vardy adalah pemain kunci dalam gaya main mereka, begitu pula Mahrez. Keduanya tak terlibat. Itu berarti segalanya akan berbeda. Tapi, kami tahu bagaimana Leicester akan bermain,” imbuh Klopp.

Selain kecepatan, Klopp juga mewaspadai bola-bola mati dari pemain The Foxes. Apalagi dalam laga ini Christian Fuchs yang menjadi eksekutor utama bola-bola mati Si Rubah, bisa dimainkan pelatih Craig Shakespeare.

“Ini semua perkara kecepatan. Setelah mereka merebut bola, mereka mampu mengoper dengan cepat melewati bek tanpa panik. Mereka memanfaatkan bola mati, Fuchs mungkin akan kembali. Jadi itu berarti lemparan ke dalam akan kembali dan semua hal seperti itu,” ujar Klopp.

Tekanan Gegenpressing

Liverpool yang gemar bermain menyerang dan menerapkan high-pressing memang dinilai terlalu mudah kebobolan dari serangan balik dan bola bola mati. Namun, gaya main gegenpressing yang diterapkan Klopp itu diyakini tetap cocok buat The Anfield Gank.

Bek Liverpool Joel Matip menyebut timnya saat ini cuma sedang dalam momen yang belum berpihak kepada mereka. Dalam beberapa laga, The Reds kurang beruntung. Namun, dia yakin sedikit polesan bisa membuat The Reds kembali ke jalur positif.

“Semuanya punya sisi positif dan negatif. Tapi, saya tak punya keraguan tentang cara kami bermain. Saya tak bisa berdiam di belakang dan para penyerang bergerak maju,” ujar Matip. Si Merah punya peluang revans atas Si Rubah. Catatan statistik memperihatkan Jordan Henderson dan kawan-kawan memenangi enam dari 10 pertemuan terakhir dengan Leicester. Dua laga berakhir imbang dan dua lain kalah.

Meski demikian, rekor Klopp saat lawan Leicester cukup jelek. Dalam dua pertemuan terakhir di Premier League, pelatih asal Jerman ini selalu kalah. Klopp tengah dipusingkan dengan banyaknya cedera yang menimpa timnya.

Adam Lallana, Adam Bogdan, dan Nathaniel Clyne dipastikan absen karena cedera. Sementara, Sadio Mane juga absen karena hukuman kartu merah.