JAKARTA – Polisi masih mengusut kasus penipuan dan dugaan pencucian uang dengan tersangka bos First Travel Andika Surachman dan istrinya Anniesa Hasibuan. Namun bos First Travel disebut sering menjawab lupa saat diperiksa.

’’Saya mendapatkan laporan kalau dia banyak sering menyatakan lupa lupa ya. Jadi ini perlu dicek kembali, ’’ jawab Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto kepada wartawan di Bareskrim Polri, Jumat (8/9).

Karena sering tidak kooperatif, polisi kesulitan melacak aliran dana calon jemaah First Travel yang diduga disalahgunakan First Travel. Terkait aliran dana ini, Bareskrim sudah bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) ’’Kalau kooperatif kan dia seharusnya menyebutkan penggunaan dananya sekian, jawab penerimaan dana sekian,’’ sambungnya.

Dari penyidikan sementara, aset bos First Travel yang terlacak yakni 8 perusahaan, 5 mobil, dan 13 rekening. Dalam perkara ini, PPATK menelusuri transaksi aliran dana & ditemukan duit total Rp 7 miliar dalam 51 rekening. Ada juga transaksi aliran dana ke luar negeri.

Bareskrim Polri menampung 31.776 pengaduan korban First Travel selama penanganan perkara penipuan dan penggelapan dana travel umrah jemaah. Sementara itu, dari 15 ribu travel paspor jemaah yang sebelumnya disita untuk proses penyidikan, sudah dikembalikan 6.889 buah kepada pemiliknya.

’’Kami masih menerima laporan pengaduan, e-mail, dan yang datang sendiri. E-mail yang sering masuk 8.581 dan datang sendiri 23.195. Dengan jumlah makin besar ini, kami harap bisa melakukan pendataan secara cermat terhadap mereka,’’ tambah Kabag Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul.

Martinus juga menyampaikan penyidik telah memeriksa 10 saksi, termasuk vendor atau pihak yang sering bekerja sama dengan First Travel dalam kegiatan pemberangkatan jemaah. Namun Martinus menerangkan belum ada potensi tersangka terhadap saksi vendor tersebut.

’’Kemarin ada 10 saksi diperiksa, di antaranya sebelumnya pernah memberi kesaksian di depan penyidik, termasuk vendor. Potensi tersangka belum ada. Kita menyangkakan seseorang, menetapkan tersangka, dan melakukan penahanan kalau kita punya fakta hukum,’’ terang Martinus.

Proses penyidikan sendiri, lanjut jawab Martinus, masih berfokus pada penelusuran aset milik bos First Travel, Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan, serta Kiki Hasibuan. ’’Kalau sekarang, (aset tersangka selaku bos dari First Travel) dibandingkan dengan jumlah kerugian calon jemaah, itu jauh sekali,’’ jawab imbuh Martinus.