Mahesa Bakal Diproduksi Massal, Presiden Dukung Produksi Mobil Perdesaan Mahesa

KLATEN – Presiden Joko Widodo meninjau produksi mobil perdesaan, Moda Angkutan Hemat Pedesaan atau Mahesa di bengkel produksi Kiat Motor Klaten, Minggu (17/9) malam.

Mahesa mobil bertenaga solar tersebut menurut rencana bakal segera diproduksi massal dan dilepas ke pasar dengan harga Rp 50-70 juta per unit.

“Pemerintah mendukung kendaraan perdesaan Mahesa agar dapat diproduksi dengan harga kompetitif dan kualitas produksi yang baik. Setelah dihitung harga jualnya Mahesa sekitar Rp 60 juta-Rp 70 juta. Saya kira bakal banyak yang beli. Tapi business plan Mahesa (rencana bisnis) dan rencana marketing harus dibuat secara jelas dulu,” kata Presiden.

Pemerintah akan mendukung upaya untuk mendapatkan sertifikasi, uji emisi, dan dukung hal-hal yang berkaitan dengan pajak karena mobil tersebut produk dalam negeri. Namun, Presiden tak ingin semua produksi di dukung & dibantu pemerintah, agar Mahesa bisa diproduksi kompetitif.

Jika semua mengandalkan bantuan pemerintah, produksi mobil massal akan terancam bila bantuan produksi dihentikan. Mantan Wali Kota Solo itu menegaskan bahwa keberhasilan produksi Mahesa kelak sangat tergantung pada business plan yang dibuat.

Sebab, jika ada peluang menarik, akan banyak investor yang berminat. Dia menegaskan dukungannya pada mobil nasional perdesaan, seperti Esemka beberapa tahun lalu.

Mahesa yang diinisiasi oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan di dukung pelaku usaha industri kecil dan menengah (IKM) otomotif serta perguruan tinggi itu diproduksi dengan bermesin diesel 650 cc. Mobil dengan panjang 3,2 meter, lebar 1,5 meter, dan tinggi 1,8 meter itu bisa dipacu dengan kecepatan maksimal 55 km/jam.

Bahas Mahesa diproduksi: Presiden Joko Widodo ditemui penyusun business plan Mahesa Sunarna dan pemilik Kiat Motor Sukiyat di Bengkel Kiat Motor, Klaten, Minggu (17/9) malam. Kanan, pekerja membersihkan purwarupa Mahesa.
Bahas Mahesa diproduksi: Presiden Joko Widodo ditemui penyusun business plan Mahesa Sunarna dan pemilik Kiat Motor Sukiyat di Bengkel Kiat Motor, Klaten, Minggu (17/9) malam. Kanan, pekerja membersihkan purwarupa Mahesa.

Bengkel Mobil SMK

Pemilik Kiat Motor, Sukiyat mengatakan, Mahesa merupakan kendaraan perdesaan multifungsi untuk dukung kepentingan pertanian perdesaan. Kendaraan mobil perdesaan itu bakal di dukung desain untuk mengangkut hasil bumi, serta cocok di semua medan perdesaan. Ada pula model kabin dobel yang bisa mengangkut penumpang.

Meski belum menjalani uji emisi dan sertifikasi, Sukiat optimistis Mahesa memiliki potensi untuk diproduksi massal. Mantan Bupati Klaten Sunarna yang ditunjuk sebagai ketua penyusun business plan Mahesa mengatakan, Presiden sangat mengapresiasi kehadiran Mahesa, sehingga dia diminta Presiden membantu Sukiyat sebelum mobil perdesaan itu diproduksi massal.

“Menurut rencana, dua minggu lagi tim bakal akan diundang ke Istana Presiden untuk mempresentasikan rencana bisnis Mahesa. Apakah setahun akan diproduksi 5.000, 10.000, atau 20.000 unit secara massal yang feasible menurut ekonomi dan pasar bisa menerima,” jelasnya.

Mengenai investor, akan dibicarakan bersama Sukiyat karena diperkirakan butuh modal sekitar Rp 30 miliar untuk pengadaan mesin-mesin. Kandungan lokal dipastikan hampir 100 persen, karena mesin akan diproduksi sendiri.

“Pemeliharaan akan dikerjasamakan dengan SMK se-Indonesia. Jadi tak perlu bikin bengkel baru, tapi memanfaatkan keahlian siswa SMK yang sudah dilatih secara khusus.”