Hasil Catalan Independence Referendum 2017 Menyatakan Catalan Merdeka

Hasil Referendum Independence ditolak Spanyol, Inggris dan AS

Referendum Catalonia yang di deklarasikan oleh Carles Puidgemont Presiden Catalan hari Minggu 01 Oktober 2017 telah berakhir dengan bentrokan antara aparat dan warga sipil. Hasil deklarasi referendum sepihak tersebut justru lebih mencengangkan. Sebanyak 90% suara dari jumlah penduduk 2,26 juta Catalan memilih hasil kemerdekaan (Independence) Catalan atau dengan kata lain memisahkan diri dari wilayah Spanyol.

Puidgemont menegaskan, hasil referendum 2017 telah memberikan harapan besar Independence Catalan dan mengakhiri penderitaan rakyat Catalan selama berabad-abad. Secara keseluruhan, Catalan mempunyai 5,3 juta pemilih.

Jumlah hasil pemilih referendum bisa saja lebih tinggi jika kepolisian Spanyol tidak mencegah warga Catalan menyalurkan suara ke TPS. Kementerian Dalam Negeri Spanyol menyatakan otoritas menutup 92 dari 2.300 TPS Catalan, namun pejabat Catalan menyebut 319 TPS referendum ditutup.

“Pada hari Independence penuh harapan dan penderitaan Catalan ini, warga Catalan telah mendapat hasil menyatakan hak untuk menjadi negara merdeka dalam bentuk sebuah republik,” tegas Puidgemont di hadapan ribuan warga yang bersuka cita di Barcelona, Senin (2/10 2017).

Lambaikan Bendera Independence: Pengunjuk rasa pro referendum melambaikan bendera Estelada Catalan di atas sebuah patung di Barcelona, Senin (2/10).
Lambaikan Bendera Independence: Pengunjuk rasa pro referendum melambaikan bendera Estelada Catalan di atas sebuah patung di Barcelona, Senin (2/10).

Referendum kemerdekaan yang dinyatakan ilegal ini diikuti oleh 2,26 juta orang. Juru bicara pemerintah regional Catalan, Jordi Turull, menyatakan, jumlah pemilih referendum kemarin mewakili 42,3 persen dari total hasil 5,34 juta pemilih yang terdaftar di Catalan.

Turull menyebut ada 2,02 juta warga Catalan yang memilih menyatakan “Ya” untuk pertanyaan “Apakah Anda ingin Catalan menjadi negara Independence (merdeka) dalam bentuk republik?” dalam surat suara referendum.

Perjuangan separatis di Catalan telah muncul sejak tiga abad silam. Pada referendum kemarin, warga Catalan juga dihadapkan pada pertanyaan: “Apakah Anda ingin hasil Catalan menjadi negara Independence (independen)?”

“Hari ini, jutaan orang bergerak dan menghadapi semua kesulitan dan ancaman referendum, dan berbicara dengan lantang, menyampaikan pesan merdeka kepada dunia bahwa kami berhak menentukan masa depan, kami berhak atas kemerdekaan dan hidup dalam kedamaian, tanpa kekerasan dan terpisah dari negara yang tidak bisa mengajukan satu alasan meyakinkan dan menggunakan kekerasan. Catalan telah menyatakan mendapatkan kedaulatan Independence dan penghormatan penuh,” tegasnya. Puigdemont menyatakan, hasil referendum akan segera disahkan oleh parlemen Catalan agar kemerdekaan bisa segera dideklarasikan.

Sebelumnya, dia menyatakan berjanji deklarasi kemerdekaan Catalan akan dilakukan dalam 48 jam setelah hasil referendum keluar. “Pemerintahan saya, dalam beberapa hari ke depan, akan memaparkan hasil Independence referendum kepada parlemen Catalan di mana kedaulatan rakyat bertumpu, sehingga (hasil referendum) bisa diselaraskan dengan hukum,” paparnya.

Namun, niat Independence Puidgemont ditentang keras oleh pemerintah Spanyol, yang menganggap referendum sebagai gerakan separatis, referendum tidak sah, dan referendum inkonstitusional. Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy menganggap sebagian besar warga Catalan dibodohi untuk mengikuti pemungutan suara Independence ilegal tersebut.

Rajoy, yang terpilih karena bersumpah mempertahankan keutuhan Spanyol dan menumpas pergerakan separatisme, mendukung tindakan tegas terhadap warga pendukung referendum. “Referendum yang ingin melikuidasi konstitusi dan memisahkan sebagian dari negara kita tanpa memedulikan opini seluruh negeri tidak bisa terjadi,” tegas Rajoy. “Kita menunjukkan bahwa negara demokratis kita punya cara untuk melindungi diri dari serangan serius seperti referendum ilegal ini.”

Serangkaian bentrokan pecah antara nasionalis Catalan dan aparat Spanyol saat pemungutan suara referendum berlangsung, yang dilaporkan menyebabkan ratusan orang terluka. Bentrokan itu menyulut kritik dari dalam dan luar negeri.

Tanggapan Referendum Pesepakbola

Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson, menyuarakan kekhawatiran atas kekerasan tersebut dengan tetap mendukung pandangan Madrid bahwa referendum itu tidak sah. Dia menegaskan bahwa Inggris tidak akan mengakui referendum tersebut.

Wakil PM Spanyol, Soraya Saenz, menganggap tindakan yang dilakukan aparat kepolisian masih wajar dan proporsional berdasarkan aturan yang ada.

“Ketidakpedulian mutlak dari pemerintah daerah harus dihentikan oleh aparat keamanan negara,” kata Soraya. Referendum mendapat tanggapan beragam dari penjuru dunia. Ada yang mendukung, namun banyak pula yang menetang.

Pemain sepakbola FC Barcelona, Gerard Pique, mendukung penuh hasil merdeka referendum tersebut. Ia menegaskan siap mundur dari timnas Spanyol menyambut hasil referendum Catalan. “Saya orang Catalan, dan saya merasa Catalan hari ini lebih baik dari sebelumnya. Saya bangga menjadi warga Catalan. Jika pelatih dan federasi (otoritas sepakbola) Spanyol menganggap saya sebagai masalah, saya tidak punya masalah untuk meninggalkan timnas,” tegas Pique.

Pelatih tim sepakbola Real Madrid, Zinedine Zidane, menyatakan tidak berharap Catalan akan merdeka memisahkan diri dari Spanyol. Baginya, Liga Spanyol tanpa Barcelona akan merugikan banyak pihak.

“Itu perdebatan yang rumit (soal Catalan). Apa yang saya lihat dan saya harapkan adalah itu (pemisahan) tidak terjadi. Kompetisi liga tanpa Barcelona? Saya tidak menginginkan itu,” ujar Zidane kepada Guardian.

Presiden As Donald Trump bersuara lebih tegas. Dia menyatakan bahwa Catalan adalah bagian dari Spanyol dan akan tetap menjadi seperti itu. Trump berharap kawasan itu “kembali ke akal sehat dan mengakhiri keseluruhan cerita merdeka ini”.

“Saya pikir Spanyol adalah negara yang hebat dan harus bersatu. Jika Anda memiliki nomor (pemilih) dan polling akurat, Anda akan melihat mereka mencintai Spanyol. Bodoh jika Anda katakan tidak,” tegas Trump. “Catalan adalah Spanyol, dan saya kira akan menjadi seperti itu.”