Angie : Demokrat Terima 20 Persen Per Proyek

JAKARTA-Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno mem- bantah adanya pertemuan antara dia dengan mantan ketua Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan mantan bendahara umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, serta bekas Direktur Utama PT Duta Graha Indah Dudung Purwadi untuk membicarakan fee dari perusahaan itu.

”Apakah saudara pernah bertemu dengan Nazaruddin, Anas Urbaningrum, terdakwa, di Ritz Carlton. Karena di sini ada keterangan, kira kira begini dialognya, bahwa PT DGI akan siap memberikan commitment fee 20-22 persen dari real cost kontrak yang diterima PT DGI dan nanti PT DGI akan mendapatkan untung laba dari masing-masing project minimal 15 persen.

Apakah pernah bertemu ?” tanya anggota majelis hakim Sofialdi dalam sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (30/8).

Jadi Saksi: Wagub DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno (kiri) bertemu Mantan Anggota DPR dari Fraksi Demokrat Angelina Sondakh bersaksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan alkes RS Khusus Pendidikan Kedokteran di Universitas Udayana dan kasus proyek Wisma Atlet Palembang dengan terdakwa Dudung Purwadi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (30/8).
Jadi Saksi: Wagub DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno (kiri) bertemu Mantan Anggota DPR dari Fraksi Demokrat Angelina Sondakh bersaksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan alkes RS Khusus Pendidikan Kedokteran di Universitas Udayana dan kasus proyek Wisma Atlet Palembang dengan terdakwa Dudung Purwadi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (30/8).

”Nauzubillah min zalik, tidak pernah bertemu ” jawab bantah Sandiaga Uno selaku mantan Komisaris PTDGI yang menjadi saksi dalam sidang tersebut. Sandiaga bantah bertemu Anas dan Nazaruddin serta membicarakan masalah fee bersama Nazaruddin tersbut. Ia bersaksi untuk terdakwa mantan Direktur Utama PTDGI Dudung Purwadi yang didakwa telah menguntungkan PTDGI sebesar Rp 67,496 miliar dari dua proyek yaitu pembangunan RS Khusus Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana tahun anggaran 2009 sebesar Rp 6,78 miliar dan 2010 sebesar Rp 17,998 miliar serta Wisma Atlet dan gedung serba guna Sumatera Selatan tahun 2010-2011 sebesar Rp 42,717 miliar.

Namun Sandiaga yang menjadi komisaris PT DGI pada 2007-2015 itu mengaku awal bertemu dan mengenal Anas Urbaningrum. ”Saya kenal Anas dari anggota kepemudaan sebelum menjadi anggota DPR karena sama-sama aktif dengan anas dalam pergerakan kepemudaan,” ungkap Sandiaga.

Sandiaga juga bantah pernah bicara soal bisnis dengan Anas seperti berita acara pemeriksaan (BAP) milik Nazaruddin. Mendapat Jatah Sementara itu, pada sidang yang sama, mantan anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Angelina Sondakh, menyebut partainya itu mendapat jatah 20 persen dari tiap proyek yang digarap pemerintah.

”Nanti jatahnya dibagi berdasarkan proporsional kursi partai. Kalau zaman saya, Demokrat jatahnya 20 persen, kalau PDIP18 (persen). Ya, dapatnya segitu,” ujar perempuan yang akrab dengan sapaan Angie tersebut.

Di depan majelis hakim, terpidana korupsi proyek pembangunan pusat olahraga Hambalang ini lalu membeberkan pembagian jatah tersebut.

Misalnya, kata Angie, terdapat pagu anggaran sebesar Rp1 triliun untuk proyek di Kementerian Pendidikan dan Nasional (saat ini telah berganti nama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan). Dari pagu anggaran tersebut disepakati 50:50 untuk pemerintah dan DPR. ”Dibagi dua jadi Rp 500 miliar, ya dibagi ke partai-partai,” katanya.

Angie pun menerangkan urusan pembagian proyek itu menjadi kewenangan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin, termasuk kewenangan Nazaruddin dalam pengerjaan proyek pembangunan RS Universitas Udayana dan Wisma Atlet yang melibatkan Dudung.

Namun, Angie mem bantah tak tahu banyak terkait proyek tersebut karena Nazaruddin hanya menugaskannya untuk menangani proyek-proyek di Kemendiknas dan Kemenristek. Sebagai anggota Komisi X DPR dari Fraksi Partai Demokrat saat itu Angie bermitra dengan Kemendiknas, Kemenristek, dan Kemenpora.

”Sementara untuk bidang Kemenpora itu ada orang lain yang bertanggung jawab. Pokoknya apapun tugas atau delegasi dari Pak Nazaruddin itu harus tercapai,” tutur Angie.