Sketsa Terbaru 90% Mengarah ke Pelaku, Polda Rilis Sketsa Pelaku Penyiram Novel

Polda Metro Jaya merilis sketsa dua orang yang diduga kuat pelaku penyerangan penyiram air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. Polri optimistis langkah terbaru pembuatan sketsa tersebut menjadi titik terang untuk mengungkap kasus penyiram yang sudah tujuh bulan berselimut misteri itu. Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis menyebut sketsa terbaru itu 90% mengarah kepada pelaku. “Kalau dari hasil keterangan saksi, ini mengarah ke pelaku sudah 90%, diduga terlibat dalam penyiraman terhadap Novel Baswedan,” ujar Idham dalam rilis & jumpa pers di Gedung KPK, Jumat (24/11).

Dia mengatakan, pihaknya sudah memetakan latar belakang mengarah kedua terduga pelaku, mulai pekerjaan hingga keluarga. Namun, penyidik belum mengetahui identitas kedua orang tersebut. Karena itu, dia mengharapkan peran semua pihak untuk membantu kepolisian mengungkap kasus ini.

Masih Terduga

Masyarakat yang memiliki informasi terbaru keberadaan pelaku atau mengarah identitas kedua pelaku dapat menghubungi nomor 081398844474. “Mungkin keluarga, latar belakangnya, mengarah pekerjaannya, kami sudah mapping secara perlahan. Kalau identitas belum (terungkap), karena itu kami buka hotline. Semua berdasarkan fakta terbaru, tidak bisa dengan asumsi,” urai Idham yang memberikan keterangan rilis bersama Ketua KPK Agus Rahardjo.

Pada rilis sketsa pertama, tampak seorang pria dengan rambut pendek dan kulit gelap. Sementara itu gambar sketsa rilis kedua, tampak mengarah seorang pria dengan rambut agak panjang dan kulit putih. Kedua gambar terduga pelaku tersebut didapat dari keterangan saksi berinisial S dan SN. Menurut Idham, dalam penyelidikan yang dilakukan selama tujuh bulan ini, sedikitnya 66 saksi telah diperiksa.
Pada rilis sketsa pertama, tampak seorang pria dengan rambut pendek dan kulit gelap. Sementara itu gambar sketsa rilis kedua, tampak mengarah seorang pria dengan rambut agak panjang dan kulit putih. Kedua gambar terduga pelaku tersebut didapat dari keterangan saksi berinisial S dan SN. Menurut Idham, dalam penyelidikan yang dilakukan selama tujuh bulan ini, sedikitnya 66 saksi telah diperiksa.

Lebih lanjut dia menjelaskan, sketsa tersebut merupakan hasil kerja tim Australian Federal Police (AFP) dan Pusat Inafis Mabes Polri. Pihaknya baru mendapatkan gambaran wajah pelaku tersebut lantaran kerja sama dengan AFPbutuh waktu terkait administrasi.

Polda Metro Jaya juga mengajak penyidik KPK bekerja sama dalam pengungkapan kasus tersebut. Meminta agar teman-teman penyidik KPK bisa bekerja sama dengan penyidik kami, baik lewat asistensi atau kerja sama dalam satu wadah yang disiapkan di Direktorat Kriminal mum (Polda Metro),” ujarnya.

Dalam kerja sama Polda ini, kedua pihak bisa bertukar pikiran atau saling memberi masukan agar teror penyiram terhadap Novel segera terungkap. “Teman-teman penyidik KPK bisa melihat langsung agar bisa saling memberi masukan.” Ketua KPK Agus Rahardjo mengapresiasi langkah terbaru kepolisian dalam mengusut penyerangan penyiram terhadap anak buahnya itu.

“Yang patut diapresiasi, ada perkembangan signifikan terbaru. Paling tidak dimintakan tolong Australian Federal Police agar gambar terlihat jelas. Ada 167 penyelidik dan penyidik yang terlibat,” katanya. Agus menilai Polri serius menuntaskan kasus penyerangan terhadap penyiram Novel. Karena itu, dia memandang pembentukan tim gabungan pencari fakta (TGPF) belum diperlukan.

“Mungkin belum waktunya kalau melihat itu. Hasilnya ada titik terang, tapi pasti butuh kerja keras. Mudah-mudahan kerja keras ini mendapatkan bimbingan dari Allah Swt supaya orang yang mengarah melakukan perbuatan itu kepada Novel Baswedan bisa ditemukan dan diproses hukum,” ujarnya.

Tak Membuahkan Hasil

Sebelum ini, polisi telah membuat dan menyebarkan tiga sketsa terduga pelaku. Namun, langkah tersebut tak membuahkan hasil. Salah satu sketsa diperlihatkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Istana Merdeka usai menghadap Presiden Joko Widodo, beberapa bulan lalu. Sketsa wajah tersebut diperoleh berdasarkan keterangan saksi yang melihat seseorang duduk di atas motor di jembatan, tak jauh dari lokasi penyiraman Novel.

Belum bisa dipastikan apakah orang yang dicurigai itu merupakan pelaku penyiram. Sosok dalam sketsa itu, kata Tito, berbeda dari empat orang yang sebelumnya diperiksa polisi. Seperti diberitakan, Novel Baswedan diserang penyiram air keras oleh dua orang tak dikenal yang berboncengan sepeda motor pada 11 April 2017 selepas shalat Subuh berjamaah di Masjid Al-Ihsan, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Akibatnya, mata Novel terluka parah sehingga harus menjalani operasi dan perawatan di Singapura.