Umat Buddha Wonogiri Kecam Kekerasan Rohingya

Kecam Tolak Provokasi, Siap Galang Dana Kemanusiaan

BREBES – Perwakilan Umat Buddha di berbagai daerah menyatakan sikap mengutuk dan mengecam aksi kekerasan yang terjadi pada etnis Rohingya di Myanmar. Perwakilan Umat Buddha Kabupaten Brebes, Romo Slamet Riyanto mengatakan, aksi kekerasan yang terjadi pada etnis Rohingya, bukanlah terjadi karena konflik agama. Namun isu kemanusiaan. Untuk itu, pihaknya sangat meng- kecam pembataian umat rohingnya yang terjadi tersebut. ”Kami sangat mengecam peristiwa kekerasan di Myanmar itu,” tandasnya.

Kasus kekerasan yang melanda etnis Rohingya juga mendapat kecaman dari para pemimpin umat dan tokoh agama Buddha Kabupaten Wonogiri. Mereka menilai krisis rohingnya di Myanmar berkait dengan masalah sosial, politik dan kemanusiaan. Karena itu, masyarakat jangan terprovokasi dengan penyebaran kebencian.

Bersama para ketua vihara Buddha se Kabupaten Wonogiri, dan jajaran civitas Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN Buddha) Raden Wijaya, para tokoh Agama Buddha di Wonogiri, Selasa (5/9), menyampaikan pernyataan sikap terhadap krisis kekerasan rohingnya di Rakhine, Myanmar.

Pernyataan sikap - kecam : Ketua Wihara Buddha Dhammasasana, Pendeta Citasukho Tarno bersama para tokoh agama Buddha se-Kabupaten Wonogiri, menyampaikan pernyataan sikap terhadap krisis Myanmar, Rabu (6/9)
Pernyataan sikap – kecam : Ketua Wihara Buddha Dhammasasana, Pendeta Citasukho Tarno bersama para tokoh agama Buddha se-Kabupaten Wonogiri, menyampaikan pernyataan sikap terhadap krisis Myanmar, Rabu (6/9)

Acara ini, digelar di aula pertemuan lantai tiga Kampus STABN Raden Wijaya, di Dusun Bulusari, Desa Bulusulur, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri. Para tokoh agama Buddha di Wonogiri mendesak Pemerintah Myanmar untuk memberikan perlindungan, bantuan, dan hak asasi dasar kepada masyarakat Rakhine rohingnya. Menolak dan kecam segala bentuk provokasi kekerasan yang dapat mengganggu kerukunan hidup umat beragama di Indonesia.

Mengimbau masyarakat Indonesia, untuk dapat menyaring informasi yang beredar melalui media sosial, tidak terprovokasi menyebarkan kekerasan, kebencian umat. Berharap kepada cyber crime dan BIN, mendeteksi informasi yang berbentuk kekerasan provokasi, agar tidak menyebar ke masyarakat. Umat beragama selayaknya bersama-sama menjaga dan menjunjung tinggi kerukunan dan perdamaian, menyampaikan rasa empati atas penderitaan para pengungsi Rohinya. ‘’Kami berdoa, agar penderitaan rohingnya tersebut segera berakhir,’’tegas Tarno.

Beri Bantuan

Hal yang senada ditegaskan pula perwakilan umat Buddha Kabupaten Brebes dalam rapat Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Brebes, Rabu (6/9). FKUB berencana akan memberikan bantuan kemanusiaan untuk kaum minoritas muslim Rohingnya tersebut. Anggota FKUB Brebes Agus Suratno mengatakan, sesuai hasil rapat bersama, FKUB akan melakukan penggalangan dana untuk membantu warga Rohingya. Pengalangan dana itu sebagai bentuk solidaritas dan aksi kemanusiaan.

Organisasinya juga berharap agar rencana aksi penggalangan dana bisa diikuti forum komunikasi umat beragam lainnya. Hal itu bisa memperingan beban penderitaan yang dirasakan umat minoritas Rohingya. ”Secepatnya kami akan melakukan penggalangan dana rohingnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Brebes, AKBPSugiarto mengatakan, diimbau masyarakat Brebes untuk tidak melakukan pengerahan massa ke borobudur pada 8 September mendatang. Jajarannya akan melakukan pendekatan kepada sejumlah organisasi massa di Brebes, agar bisa membatalkan rencana keberangkatan mengikuti aksi solidaritas keprihatinan untuk Rohingya di Borobudur. ”Kami akan melakukan pendekatan, sehingga mereka bisa mengerti dan tidak melakukan pengerahan massa ke Borobudur,” ungkapnya.