Polri Menemukan 11 Rekening Grup Saracen

JAKARTA- Penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menemukan belasan nomor rekening yang terkait dengan grup Saracen.

”Kami menemukan sekitar 11 rekening,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Rabu (30/8).

Martinus lalu mengatakan, penyidik Polri akan segera meminta bantuan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menemukan dan menelusuri aliran uang pada rekening terkait sindikat penyebar konten ujaran kebencian dan bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) tersebut.

”Rekening ini akan kami minta kepada PPATK bagaimana aliran transaksinya,” ujar Martinus. Lebih lanjut, mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu menolak menjelaskan detail menemukan 11 rekening tersebut. Dia hanya mengatakan setelah menemukan langsung dikirim untuk dikaji PPATK, polisi akan menyelidiki keterkaitan mendalam rekening dengan kegiatan grup Saracen.

”Kalau 11 rekening itu menjadi data bagi penyidik Polri untuk mengomunikasikan kepada PPATK. Nanti dilihat apakah kita bisa menemukan keterkaitan dengan pemesanan, apakah terkait dengan kegiatan sehari-hari Jasriadi (Grup Ketua Saracen), atau apa,” ujarnya.

Tiga orang pengelola grup Saracen telah ditangkap Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim di tiga tempat berbeda pada rentang waktu 21 Juli hingga 7 Agustus.

Ketiganya berinisial JAS (32), MFT (43), dan SRN (32). Mereka ditangkap dengan dugaan menyebarkan ujaran kebencian lewat aktivitas grup Saracen.

Ketiga dalang Saracen itu dijerat dengan Undang undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Sementara itu, kemarin Tim Satuan Tugas Siber Polri Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia didampingi oleh anggota Direktorat Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau melakukan penangkapan terhadap terduga pembuat akun grup Saracen yakni seorang laki-laki berinisial MAH di Pekanbaru.

Menemukan Pembuat Grup

”Yang bersangkutan diduga menyebarkan ujaran kebencian di media sosial, dan diduga yang membuat grup Saracen,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo di Pekanbaru.

MAH ditangkap di Jalan Bawal, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Rabu (30/8) sekitar pukul 06.00. Setelah dilakukan penangkapan, yang bersangkutan diamankan dan dilakukan interogasi oleh Satgas Siber Mabes Polri di Kantor Ditreskrimsus Polda Riau.

Kabid Humas mengatakan, hasil sementara dari interogasi, menemukan yang bersangkutan mengakui pembuat akun grup Saracen adalah dia sendiri. Kemudian setelah penangkapan sebelumnya terhadap tersangka JAS, MAH mengubah nama grup Saracen menjadi NKRI Harga Mati. ”Akun Saracen tersebut kemudian menjadi private, yang dapat mengakses grup tersebut hanya anggota Saracen saja,” ungkap Guntur.

MAH lantas dibawa oleh Tim Satgas Siber ke Mabes Polri ke Jakarta pada pukul 17.30. Kegiatan penagkapan dan pemeriksaan di Riau berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Sebelumnya Ketua RT2 RW 6 di sana, Wagino (40), membenarkan ada penangkapan Saracen dari Bareskrim tersebut.

”Iya tadi ada polisi masuk rumahnya, kita ingin tahu kenapa warga saya dibegitukan, lalu ditunjukkan oleh polisi postingan beliau (MA). Polisinya dari Badan Reserse Kriminal Polri dan Polda,” katanya.

Dia mengatakan awalnya datang dari Bareskrim sekitar tiga atau empat orang lalu dari Polda Riau dalam jumlah sama sehingga keseluruhannya ada delapan personel polisi. Kepolisian, kata dia menggunakan dua unit mobil.