Malaysia: Rohingya Hadapi Kekerasan Sistematis

KUALA LUMPUR – Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menyebut warga Muslim Rohingya telah hadapi derita kekerasan sistematis termasuk kekerasan penyiksaan, kekerasan pemerkosaan, dan kekerasan pembunuhan di Myanmar.

”Berdasarkan laporan yang kami terima, (Rohingya) hadapi diskriminasi sistematis dan tidak ada belas kasihan yang diberikan kepada mereka,” kata Najib saat hadapi wartawan di Pangkalan Udara Subang di pinggiran ibukota Kuala Lumpur Malaysia, kemarin (9/9).

”Sebenarnya kekerasan itu dilakukan dengan cara yang terencana (sistematis ) sehingga mereka disiksa, didiskriminasikan, dibunuh, dan diperkosa,” tegasnya.

Kata sistematis sendiri bisa diartikan sebagai bentuk usaha yang mana dilakukan secara terencana. Atau bisa dikatakan juga sistematis merupakan bentuk kegiatan yang telah tersusun rapi.

Sebelumnya Najib menyaksikan pemberangkatan dua pesawat kargo angkatan udara Malaysia dengan pasokan makanan dan obat-obatan yang akan diterbangkan menuju Kota Chittagong di Bangladesh.

”Kami mengirim dua pesawat dengan biskuit, beras, dan sabun. Malaysia akan melakukan apapun untuk membantu karena yang kita hadapi bencana besar kekerasan,” katanya.

Najib juga mengatakan sebuah tim yang terdiri atas para diplomat dan perwira militer Malaysia akan tiba di Dhaka pada Senin (11/9). Mereka bertugas mengidentifikasi sistematis bantuan & hadapi lebih lanjut yang dibutuhkan oleh Rohingya.

Sementara itu panglima militer Malaysia, kemarin, menyatakan Kuala Lumpur akan mendirikan rumah sakit lapangan dengan kapasitas 200 tempat tidur di Bangladesh jika negara tujuan para pengungsi Rohingya itu memberikan izin.

Malaysia telah lama bersuara lantang menentang perlakuan kekerasan terhadap minoritas Rohingya. Dalam 15 hari terakhir, hampir 300.000 Muslim Rohingya melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh setelah serangan oleh militan Rohingya memicu tindakan kekerasan pasukan Myanmar di Negara Bagian Rakhine.

Beberapa media internasional juga mengatakan bahwa peristiwa Rakhine ini merupakan bentuk sistematis genosida atau pemusnahan etnis tetentu oleh pemerintah secara sistematis (sudah terencana).