Harus Ada Terobosan Atasi Kekeringan Masyarakat Sragen

SRAGEN- Pemkab Sragen seharusnya memiliki terobosan dan formula jitu untuk mengatasi kekeringan yang melanda banyak wilayah saat musim kemarau seperti sekarang.

Apalagi fenomena kekeringan di sebagian wilayah Bumi Sukowati Sragen sudah lama terjadi. Namun hingga saat ini belum pernah ada solusi terobosan untuk mengatasi. Yang bisa dilakukan baru memberikan bantuan air bersih ke desa-desa yang membutuhkan.

Musim kemarau tahun ini dirasakan masyarakat lebih berat bila dibanding kekeringan sebelumnya. Pembina Dadi Peduli, Budiono Rahmadi mengatakan, sudah dua minggu ini pihaknya harus membantu Pemkab memberikan bantuan air bersih ke desa-desa yang mengalami kekeringan.

Pengusaha yang akrab dipanggil Mas Bro ini mengatakan, membantu atasi air bersih saat kekeringan musim kemarau harus sudah menjadi terobosan tradisi bagi Dadi Peduli selama beberapa tahun ini. ”Memang banyak permintaan dari warga masyarakat, dan sudah beberapa waktu ini kami setiap hari harus ke lapangan, mengirimkan bantuan air bersih ke desa-desa kekeringan yang membutuhkan,” kata Mas Bro.

Cukup Telepon

Wilayah yang mengalami kekeringan adalah di daerah utara Bengawan Solo, seperti Gesi, Tangen, Sukodono, Mondokan, Jenar, juga Sumberlawang dan Miri. Pembina BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) ini mengungkapkan terobosan, untuk mengajukan bantuan kepada Dadi Peduli tidak perlu membuat proposal. Cukup menghubungi dirinya atau Dadi Peduli, lewat telepon atau whats app atau facebook dan ada jadwal pengiriman, karena banyak masyarakat yang mengajukan bantuan.

Antre Air : Warga yang antre air bersih dengan ember dan jeriken menjadi pemandangan yang biasa di wilayah-wilayah untuk atasi kekeringan di Sragen.
Antre Air : Warga yang antre air bersih dengan ember dan jeriken menjadi pemandangan yang biasa di wilayah-wilayah untuk atasi kekeringan di Sragen.

Dalam pemberian bantuan air bersih ini, pihaknya juga membuka terobosan bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), apalagi dirinya juga pengurus. Mantan ketua Hipmi Sragen ini menandaskan, bantuan air bersih ini diberikan selama ada permintaan hingga turun hujan.

Dari pengalamannya selama ini, masyarakat memang sangat berharap bantuan air. Masyarakat berharap ada pasokan air yang menjamin mereka bisa mendapatkan air bersih setiap hari.

Pegiat Forum Masyarakat Sragen (Formas) Sri Wahono mengatakan, Pemkab sebaiknya segera memiliki terobosan solusi jitu mengatasi musim kemarau seperti sekarang ini. Sehingga terobosan terobosan tersebut mampu memenuhi pasokan kebutuhan air warga tanpa menunggu. Yang selama ini dilakukan sebagai solusi adalah, memberikan bantuan air bersih lewat truk-truk tanki, padahal itu tidak sepenuhnya atasi membantu kekeringan masyarakat.

Pasalnya, banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih namun pasokan air tidak bisa dilakukan setiap hari. Padahal masyarakat membutuhkan air bersih setiap hari, dan mereka ada yang terpaksa harus mengonsumsi air kotor atau membeli air jerikenan. ”Juga tidak semua wilayah mampu di atasi serta bisa terjangkau truk tanki,” tegasnya.