Teori apa saja yang dapat menjelaskan tentang pembentukan Kelompok ? – Ilmu Sosial

Kelompok merupakan bagian dari kehidupan organisasi. Beberapa teori mencoba mengembangkan suatu anggapan mengenai awal mula terbentuk dan tumbuhnya suatu kelompok. Menurut Reitz, karakteristik yang menonjol dari suatu kelompok dapat diidentifikasi sebagai berikut :

  • Adanya dua orang atau lebih
  • Ada interaksi diantara mereka
  • Ada aktivitas membagi beberapa tujuan yang sama
  • Mereka melihat dirinya sebagai suatu kelompok

Berikut adalah teori-teori yang dapat menggambarkan bagaimana terbentuknya suatu kelompok didalam sosial masyarakat,

Teori Keseimbangan (a balance theory of group formation)

Salah satu teori yang agak menyeluruh (comprehensive) penjelasannya tentang pembentukan kelompok adalah teori keseimbangan (a balance theory of group formation), yang dikembangkan Theodore Newcomb. Dalam teori ini dikemukakan bahwa seseorang tertarik pada orang lain didasarkan pada kesamaan sikap di dalam menanggapi suatu tujuan yang relevan satu sama lain.

Hubungan individu menurut Teori Keseimbangan
Gambar Hubungan individu menurut Teori Keseimbangan

Individu A akan berinteraksi dan membentuk suatu hubungan (kelompok) dengan individu B karena adanya sikap dan nilai yang sama dalam rangka mencapai tujuan X. Sekalipun hubungan tersebut terbentuk, partisipan berusaha mencapai dan menjaga hubungan keseimbangn yang simetris diantara sikap-sikap yang menarik dan bersama. Jika ketidakseimbangan terjadi ada suatu usaha untuk memperbaiki keseimbangan tersebut, jika keseimbangan tidak bisa diperbaiki, maka hubungan bisa pecah.

Teori Pertukaran (Exchange Theory)

Teori Pertukaran merupakan teori yang penting dalam memahami terbentuknya kelompok, teori ini memiliki kesamaan fungsi dengan teori motivasi dalam bekerja. Teori pertukaran kelompok berdasarkan atas interaksi dan susunan hadiah – biaya – hasil. Suatu tingkat positif yang minim (yaitu jika hadiah lebih besar dari biaya) dari suatu hasil harus ada jika menginginkan adanya daya tarik atau afiliasi. Hadiah-hadiah yang berasal dari berbagai interaksi akan mendorong timbulnya kebutuhan, sedangkan biaya akan menimbulkan kekhawatiran, frustasi, kesusahan, atau kelelahan. Teori lain seperti propinquity, interaksi, dan keseimbangan juga memainkan peranan dalam teori pertukaran ini.

Teori Alasan-Alasan Praktis (Practicalities of group formation)

Teori lain dari pembentukan kelompok didasarkan pada alasan-alasan praktis. Misalnya karyawan-karyawan suatu organisasi mungkin dapat mengelompok karena alasan ekonomi, alasan keamanan, atau alasan-alasan sosial lain. Karyawan- karyawan karena alasan ekonomi bekerja dalam suatu proyek karena dibayar untuk itu, atau mereka bersatu dalam serikat buruh karena mempunyai tuntutan yang sama tentang kenaikan upah. Untuk alasan keamanan, suatu kelompok bersatu untuk menghadapi diskriminasi, pemecatan, atau perlakuan sepihak. Alasan-alasan sosial yang lain juga dapat menjadi alasan bagi orang-orang untuk mengelompok, karena keberadaan kelompok akan memuaskan kebutuhan sosial (motif afiliasi).

Teori Kontrak Sosial atau Perjanjian Sosial

Teori ini dikembangkan oleh Rousseau, Hobbes, dan Locke. Mereka sama-sama berangkat dari sebuah pemikiran awal yang menyatakan bahwa terbentuknya sebuah negara adalah karena adanya kesepakatan dari masyarakat atau individu-individu dalam masyarakat untuk melakukan kesepakatan atau perjanjian. Mereka sama-sama mendasarkan analisis-analisis mereka pada anggapan dasar bahwa manusialah sebagai sumber dari kewenangan sebuah negara.

Teori Hasrat Sosial

Teori Hasrat Sosial berpendapat bahwa manusia yang tadinya hidup terpisah-pisah kemudian hidup dalam pergaulan antarmanusia disebabkan karena pada diri tiap individu terdapat hasrat sosial yang senantiasa mendorong untuk bergaul dengan sesamanya.

Teori Tenaga yang Menggabungkan

Pencetus teori Tenaga yang Menggabungkan adalah P.J. Bowman. Ia berteori bahwa kelompok terbentuk karena manusia senantiasa hidup bersama dalam suatu pergaulan yang didorong oleh tenaga-tenaga yang menggabungkan atau mengintegrasikan individu ke dalam suatu pergaulan.