Jaga Ucapan Jenderal dan Menteri, Presiden Jokowi Panglima Tertinggi

Polemik mengenai salah informasi pengadaan 5000 senjata ternyata membuat RI 1 Joko Widodo ikut turun tangan dalam rapat kabinet. Sebagaimana telah diketahui bahwa Gatot Nurmantyo sempat melontarkan pernyataan bahwa ada pembelian senjata sebanya 5000 pucuk untuk non militer.

Pernyataan tersebut kemudian tersebar melalui media masa dan juga media sosial seperti facebook, twitter dan lainnya. Informasi ini yang akhirnya membuat masyarakat resah sehingga terjadi lempar pendapat berbeda antara pihak Menteri dan pihak Jenderal TNI yang semakin membingungkan publik.

Jokowi: Menteri Diminta Jaga Ucapan

Presiden Joko Widodo menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga, termasuk TNI dan Polri, fokus pada tugas pokok dan fungsi masing-masing. Instruksi itu disampaikan dalam sidang kabinet paripurna yang dihadiri seluruh menteri dan kepala lembaga.

Presiden: Ucapan Menteri dan Jenderal di Jaga, Presiden Joko Widodo memberi pengantar dalam sidang kabinet paripurna yang dihadiri Wiranto dan Puan Maharani di Istana Negara, Jakarta, Senin (2/10).
Presiden: Ucapan Menteri dan Jenderal di Jaga, Presiden Joko Widodo memberi pengantar dalam sidang kabinet paripurna yang dihadiri Wiranto dan Puan Maharani di Istana Negara, Jakarta, Senin (2/10).

“Saya sebagai kepala pemerintahan tertinggi, negara, dan panglima tertinggi angkatan darat, laut, dan udara, memerintahkan untuk fokus pada tugas masing masing,” tegas ucapan Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Senin (2/10).

Jokowi menyatakan, stabilitas politik, keamanan, dan ekonomi akan terbentuk dan terjaga apabila seluruh kementerian dan lembaga mampu jaga fokus pada hal-hal yang menjadi tugas dan kewenangannya. Hal itu akan semakin meningkat jika antar kementerian dan lembaga saling mendukung, bersinergi, dan bekerja sama.

“Tingkatkan prestasi tertinggi dalam mendukung semua program yang berkaitan dengan pembangunan negara,” kata Jokowi. Jokowi sebagai panglima tinggi menginstruksikan seluruh pembantunya tidak bersikap dan bertutur ucapan kata di luar kewenangan masing-masing, terlebih ucapan yang dapat membuat masyarakat khawatir.

Beberapa waktu lalu, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sempat menyatakan pembelian 5.000 pucuk senjata oleh institusi non-militer. Pernyataan itu memicu polemik.

Komisi Pertahanan DPR berpendapat, Panglima Gatot keliru dan tidak seharusnya menyampaikan informasi itu dalam forum terbuka. Polemik mereda setelah Menko Polhukam Wiranto mengklarifikasi pernyataan itu sebagai akibat komunikasi yang belum selesai.

Dalam sidang kabinet Presiden kemarin, Gatot terlihat duduk berdampingan dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Kepala BIN Budi Gunawan. Ketiga Panglima jenderal ini tampak bercengkerama bersama di sudut belakang Istana Negara sebelum Jokowi memasuki ruang sidang.

Ini kali kedua ketiga jenderal terlihat bersama setelah polemik senjata mencuat beberapa waktu lalu. Mereka para Panglima sebelumnya terlihat bersama ketika menghadiri upacara Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober lalu. “Jadi jangan bertindak dan bertutur kata yang membuat masyarakat khawatir dan bingung,” kata Jokowi.

Beda Pendapat Tertinggi

Presiden menyadari, dalam bertugas, antarkementerian dan lembaga bisa menemukan perbedaan pendapat dan memicu masalah. Jokowi pun mengamanatkan seluruh menteri dan kepala lembaga menyelesaikan persoalan secara kondusif di tingkat tertinggi kementerian koordinasi terlebih dahulu.

Jika tak kunjung ada solusi, permasalahan itu bisa dibawa dan dibahas bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla. Jokowi hanya akan menjadi orang terakhir yang ‘dicurhati’ jika persoalan mandek. “Sekali lagi, jangan melakukan hal yang menimbulkan kegaduhan dan kontroversi. Kita bekerja saja,” ucapnya.

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menko PMK Puan Maharani, Menko Polhukam Wiranto, dan Wapres JK terlihat menuliskan sesuatu dalam buku catatan masing-masing setelah mendengar pernyataan Jokowi.

Hal itu turut dilakukan sejumlah menteri dan kepala lembaga tertinggi lain, seperti Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, sidang kabinet paripurna yang dipimpin Presiden Joko Widodo itu telah menyelesaikan permasalahan dan perbedaan pendapat tertinggi di internal kabinet. Menurutnya, Jokowi telah memberikan arahan untuk menjaga stabilitas nasional.

“Hari ini terselesaikan banyak persoalan, bukan hanya yang tersampaikan di publik, yang belum juga kami bicarakan,” kata Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (2/10).

Dalam sidang itu, Jokowi menginstruksikan seluruh pembantunya di Kabinet Kerja agar tidak sembarang bersikap dan berbicara yang dapat menimbulkan kegaduhan. Seluruh menteri dan pimpinan lembaga tertinggi diamanatkan untuk bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi masing masing.

“Yang disampaikan terbuka hari ini (kemarin) sudah cukup jelas dan tidak perlu ditafsirkan apa pun,” ujar mantan Sekjen PDI Perjuangan ini.