Ada Truck Angkut Hercules Dari Bandung Ke Yogyakarta

Ada adegan menarik yang telah membuat macet dan menyita pandangan orang-orang di sepanjang rute selatan Jawa, beberapa hari terakhir. Sebuah truck angkut trailer sedang memuat Hercules C-130 A-1301 dari Bandung ke Yogyakarta.

Pesawat tersebut dibawa ke Kota Gudeg Yogyakarta karena akan menjadi salah satu koleksi terbaru Museum Angkatan Udara TNI Dirgantara Mandala (Muspusdirla) Yogyakarta. Kemarin, pesawat ukuran besar tersebut akhirnya sampai juga di museum setelah menempuh rute perjalanan jauh dari Pangkalan Udara (Lanud) Sulaiman, kota Bandung.

Koleksi Hercules Dirgantara Mandala Museum, 7 Hari Transportasi Darat Hercules dari Bandung ke Jogja

Lama perjalanan mobil truck membawa bagian badan dari pesawat ini dari Bandung membutuhkan waktu selama 7 hari dan 10 jam perjalanan. Sudah tentu bukanlah hal yang mudah dalam memindahkan badan pesawat tersebut terutama menempuh jalur darat Bandung Yogyakarta dengan jarak tempuh sejauh 520 km. Bagian desain badan pesawat yang besar serta berat, sudah pasti memenuhi badan jalan serta membuat mobil truck pengangkut tidak mampu berjalan dengan kencang walaupun telah dikawal oleh petugas.

“Bahkan badan pesawat Hercules sempat tersangkut di sebuah jembatan sehingga kru memilih memutar balik mencari jalan angkut alternatif,” jelas Danlanud Adisutjipto Marsma TNI Novyan Samyoga dari Museum Dirgantara yang berada di Yogyakarta kompleks Lanud Adisutjipto, Jumat (29/9).

Angkut Hercules: Badan pesawat C-130 Hercules A-1301 yang diangkut truck trailer dari Lanud Sulaiman, Bandung melintas di Yogyakarta, Jumat (29/9).
Angkut Hercules: Badan pesawat C-130 Hercules A-1301 yang diangkut truck trailer dari Lanud Sulaiman, Bandung melintas di Yogyakarta, Jumat (29/9).

Novyan menjelaskan, pesawat Hercules tersebut didatangkan ke Indonesia pada 1960 dan Hercules berhenti beroperasi pada 2005. Selama itu pula alutsista Hercules buatan Lockheed Martin yang merupakan pesawat terbang Hercules bermesin empat turboprop tipe sayap tinggi (high wing Hercules) ini telah mengikuti berbagai kegiatan operasi udara TNI AU.

Pesawat ini juga sering digunakan untuk mengirim bantuan kemanusian ke sejumlah negara pada 1970 hingga1980-an. “Ini pesawat Hercules pertama yang ada menjadi kekuatan TNI AU. Karena Hercules yang pertama, bisa dikatakan benda pusaka,” imbuh Novyan.

Kepala Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala Letkol Sus Dede Nasrudin menambahkan, pengangkutan pesawat dilakukan secara bertahap, karena tak mungkin membawa koleksi dalam keadaan utuh.

Karena itu, pesawat dipotong-potong menjadi beberapa bagian. Sayap dan bagian lain sudah di angkut terlebih dahulu, beberapa waktu lalu. “Bagian badan C-130 Hercules memang harus menggunakan trailer angkut karena ukurannya yang besar,” tuturnya.

Selain Hercules, berbagai koleksi jenis pesawat lain juga akan menambah koleksi Museum Dirgantara, antara lain Si Kumbang yang merupakan buatan asli Indonesia, Avia, dan Cesna. Menurut Danlanud, bertambahnya koleksi diharapkan membuat Museum Dirgantara Yogyakarta akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara. Untuk mendukung tujuan itu, penataan lingkungan dan renovasi terus dilakukan.

“Museum Yogyakarta diharapkan tidak hanya sekadar menjadi tempat koleksi pesawat, namun juga menjadi sarana edutainment (edukasi dan entertainment). Apalagi museum ini berada di Yogyakarta yang merupakan kota pelajar,” papar Novyan.